• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Pulau Serangan diambil dari ketinggian. -IST

Kesucian Pulau Serangan Memudar, Investasi Terus Bergeliat

2 tahun ago
I Made Ariel Suardana (tengah) dan tim hukum I Made Daging lainnya di Propam Polda Bali. -BALITOPIK.COM

Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging

2 jam ago
Herman Umbu Billy. -BALITOPIK.COM

Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali

2 jam ago
Gubernur Bali dan jajajaran saat menerima dialog perwakilan mahasiswa dan buruh terkait kenaikan upah 2027. -BALITOPIK.COM

Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa aksi di Lapangan Renon, Denpasar. -BALITOPIK.COM

Temui Buruh Tuntut UMP Bali Rp5,2 Juta, Koster Janji Akan Lakukan yang Terbaik

23 jam ago
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. -IST

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57 Persen, 601 Tenaga Kerja Terserap ke Luar Negeri

1 hari ago
Kelian Subak Puluai,Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli Ketut Sirka dan pegiat antikorupsi Gede Angastia saat meninjau lokasi subak. -IST

Petani Ungkap Kejanggalan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli

1 hari ago
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat KMHDI, I Nengah Candra Irawana

KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki

2 hari ago
PP KMHDI

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, PP KMHDI Bentuk Satgas Restorasi

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Kesucian Pulau Serangan Memudar, Investasi Terus Bergeliat

Reporter balitopik.com
21 Desember 2024 - 5:53 am
Pulau Serangan diambil dari ketinggian. -IST

Pulau Serangan diambil dari ketinggian. -IST

Dukamu adalah dukaku.
Air matamu adalah air mataku
Kesedihan abadimu
Membuat bahagiamu sirna
Hingga ke akhir tirai hidupmu
Dukamu tetap abadi. -Sapardi Djoko Damono

Balitopik.com – Penggalan puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul “Dukamu” layak disematkan pada Pulau Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Provinsi Bali. Pulau kecil ini berlokasi sekitar 5 kilometer di sebelah selatan dari pusat Kota Denpasar, Bali.

Pulau yang memiliki panjang maksimum 2,9 km dan lebar 1 kilometer ini secara administratif termasuk wilayah Kota Denpasar, Bali. Sejak 32 tahun lalu, pulau ini berubah total pasca terjadinya reklamasi. Pulau Serangan awalnya dengan nama asli Sira Angen yang berarti pulau yang dikangenin, yang dirindukan, bikin kangen sudah berubah total.

Apakah Pulau dengan 7 Banjar itu masih dikangenin, masih ada kenangan, masih disayangi terutama oleh warganya sendiri. Tentu saja sudah tidak lagi. Konon katanya, zaman dahulu, dalam pelayaran yang melelahkan dari Bugis, Makassar, para pelaut itu sering singgah di Serangan untuk mencari air minum.

Setelah minum di sana, mereka pun akhirnya terkena pengaruh ‘sira angen’, merasa sayang atau kangen dengan Serangan. Sehingga, tak sedikit dari pelaut Bugis itu memutuskan menetap di sana. Selanjutnya, mereka pun membentuk pemukiman yang dikenal dengan Kampung Bugis dan beranak-pinak hingga saat ini.

Masyarakat di Pulau Serangan ini secara turun temurun memanfaatkan laut sebagai mata pencahariannya yaitu sebagai nelayan. Namun karena reklamasi yang menyebabkan kawasan pantai berkurang drastis maka penduduknya kebanyakan beralih profesi antara lain ada yang mencari rumput laut, dan usaha di bidang wisata bahari. Penduduk di Pulau Serangan disamping penduduk asli suku Bali juga terdapat pendatang dari berbagai suku diantaranya adalah pendatang dari suku Bugis.

Warga asli Serangan Siti Sapurah alias Ipung mengatakan, pulau yang menjadi tempat ia lahir dan dibesarkan itu kini berubah total. Ini terjadi sejak reklamasi, sejak masuknya investasi seperti Bali Turtle Island Development (BTID).

“Sekarang julukan pulau penyu. Namun penyu sudah hilang pasca reklamasi. Memang ada penangkaran penyu, tetapi penyunya diambil dari luar Bali. Sangat ironis, disebut pulau penyu, tetapi penyunya diambil dari luar,” ujarnya.

Padahal menurut Ipung, saat dirinya kecil, warga Serangan menyaksikan penyu naik ke pinggir pantai untuk bertelur. Namun kini semua sirna karena reklamasi, karena investasi. Kesucian Pulau Serangan terus memudar. Saat ini dalam Pulau Serangan terdapat 8 pura yang suci.

Ada pun 8 pura tersebut adalah Pura Sakenan, Pura Dalam Susunan Wadon, Pura Pakpayung, Pura Tirta Harum, Pura Beji Sakenan, Pura Cemara, Pura Dalem Desa Serangan, dan Pura Khayangan. Sebagian pura tersebut berada dalam kawasan KEK Kura Kura Bali, berada dalam kawasan reklamasi.

“Bisa kah Serangan yang suci itu tetap terjaga? Sekarang saja banyak warga Serangan yang bekerja di luar Serangan. Mereka tidak memiliki tempat di kampung halamannya sendiri. Nelayan berubah menjadi buruh karena lautnya dirampas,” kata dia.

Gempuran investasi secara pelan namun pasti, berpotensi mengubah Serangan yang suci menjadi profan. Bukan tidak mungkin, kawasan itu akan masuk judi, hotel, prostitusi, Miras dan sejenisnya. Ini semua tidak bisa dihindari sebagai dampak dari kapitalisasi wilayah investasi.

“Sekarang saja Pura Sakenan sebagai pura yang memiliki nilai sejarah dan kesucian tinggi di Bali juga sudah dibangun tembok. Radius kesucian pura menjadi tidak abu-abu. Tidak tegas. Ingat. Desa Serangan itu tidak ada upacara Ngaben hanya karena ada Pura Sakenan, karena api atau asap dikuatirkan akan melangkahi Pura Sakenan. Lalu sekarang siapa yang menjamin kesakralan dan kesucian itu,” lanjutnya.

Diprediksi, 10 sampai 20 tahun ke depan, Serangan habis. Bahkan Serangan akan tidak berpenghuni. Pulau yang awalnya suci tersebut kini dijual dengan baju Tri Hita Karana untuk mengundang investor.

Prediksi ini bukan tanpa alasan. Contoh yang paling nyata saat ini adalah nelayan Serangan sudah susah melaut, susah mencari ikan. “Mana mungkin nelayan yang memancing, cari ikan harus pakai identitas seperti rompi dari BTID. Penduduk asli dibuat kaya orang asing di negeri sendiri,” ujarnya.

Filosofi Tri Hita Karana yang menjadi konsep pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikelolah oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) itu dijual ke seluruh investor. PT BTID hanya menjual filosofi Hindu Bali untuk kepentingan investor. Tri Hita Karana yang merupakan ajaran Hindu yang mengajarkan manusia untuk menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan itu telah dikapitalisasi oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID).

Orientasinya hanya pada uang, mengabaikan manusia, alam lingkungan, apalagi Tuhan, sudah terlupakan. Saat ini sebagian besar Pulau Serangan termasuk hasil reklamasi 498 hektar dikuasai oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID). Bahkan telah memiliki lahan atau tanah di luar Kawasan Ekonomi Khusus. Warga setempat semakin tergeser ke pinggiran Pulau Serangan.

Pulau Serangan yang perlahan akan dikenal sebagai Kura Kura Bali itu diisolasi dan dijaga ketat oleh pihak PT Bali Turtle Island Development (BTID). Bahkan masyarakat setempat yang akan melakukan persembahyangan di hari besar keagamaan ke Pura yang ada dalam Kawasan tersebut harus bersurat dulu kepada pihak PT BTID. (AD)

Tags: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura BaliPT Bali Turtle Island Development (BTID)Pulau Serangan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Ariel Suardana Minta Propam Usut Dugaan Penghalangan Laporan Made Daging
  • Umbu Billy Putera Sumba Dipercaya Jadi Dewan Pakar Gekrafs Bali
  • Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist