• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
#Saverajaampat, Surga Terakhir di Bumi yang Kini Rusak Akibat Tambang Nikel.

#Saverajaampat, Surga Terakhir di Bumi yang Kini Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang

1 tahun ago
Pertunjukan Wimbakara (Lomba) Taman Penasar yang dibawakan Sanggar Seni Semar Pegulingan Sekar Tunjung Biru di PKB 2026. -IST

Duta Badung Sajikan Humor, Kritik Sosial dan Pesan Dharma Melalui Wimbakara Taman Penasar

11 jam ago
Duta badung saat tampilkan Calonarang bertajuk “Geseng Waringin” di PKB 2026. -IST

Duta Badung Hipnotis Penonton PKB 2026 Lewat Calonarang “Geseng Waringin”

1 hari ago
Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI), I Dewa Gede Darma Permana, S.Pd., M.Pd. -BALITOPIK.COM

Galungan sebagai Otonan Gumi, PP KMHDI Ajak Umat Hindu Lawan Krisis Lingkungan dan Budaya Impor

3 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin rapat koordinasi. -BALITOPIK.COM

Penambahan Trip Kapal Atasi Ketimpangan Harga Barang di Nusa Penida  

3 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Aksesibilitas Transportasi Bandara Ngurah Rai Perlu Dibenahi

3 hari ago
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali mengucapakan Hari Raya Galungan dan Kuningan. -BALITOPIK.COM

Fraksi PDIP DPRD Bali: Rahajeng Rahina Galungan lan Kuningan

3 hari ago
Duta Kabupaten Badung saat menerima penghargaan. -IST

Duta Badung Memukau di Wimbakara Gender Wayang PKB 2026, Tampil Perdana Langsung Bidik Juara

3 hari ago
Ketua Sanggar Krisnarupa, Ngurah Alit Kapakisan. IST

Dua Digembleng Sanggar, 9 Peserta Badung Unjuk Kebolehan di Wimbakara Seni Lukis Wayang Klasik PKB 2026

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

#Saverajaampat, Surga Terakhir di Bumi yang Kini Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang

Reporter balitopik.com
6 Juni 2025 - 3:36 am
#Saverajaampat, Surga Terakhir di Bumi yang Kini Rusak Akibat Tambang Nikel.

#Saverajaampat, Surga Terakhir di Bumi yang Kini Rusak Akibat Tambang Nikel

Penulis: Herkulanus S. Sutarto – Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Denpasar Periode 2025-2026

Balitopik.com – Papua merupakan wilayah yang sangat kaya akan keindahan alamnya, sehingga menarik perhatian wisatawan mancanegara maupun domestik di seluruh penjuru dunia. Salah satu kepulauan yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Raja Ampat wilayah kepulauan yang dijuluki sebagai “Surga Terakhir” (The last paradise) di bumi.

Raja Ampat, yang terletak di Provinsi Papua Barat, Indonesia, dikenal sebagai salah satu tujuan penyelaman terbaik di dunia dan memiliki kekayaan terumbu karang yang luar biasa. Wilayah ini terdiri dari lebih dari 1.500 pulau kecil dan terumbu karang yang luas. Terumbu karang di Raja Ampat dikenal karena keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Wilayah ini memiliki lebih dari 75% spesies karang dunia, sehingga menjadikannya salah satu pusat biodiversitas laut yang paling krusial di planet ini. Ada lebih dari 600 jenis karang, 1.700 spesies ikan, dan sejumlah besar spesies lain seperti kima, moluska, dan biota laut lainnya. Keindahan dan keberagaman terumbu karang di Raja Ampat menjadikannya surga ekologis yang tak ternilai. Namun, surga ini kini berada dalam ancaman serius.

Di balik agenda hilirisasi industri nasional, tersembunyi kepentingan oligarki yang perlahan-lahan merongrong keutuhan ekologis Raja Ampat. Atas nama kemajuan, eksploitasi pun berlangsung, dan tanah Papua kembali menjadi korban diam-diam.

Pemerintah menggembar-gemborkan hilirisasi sebagai kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah sumber daya alam. Namun, jika diterapkan secara serampangan, tanpa pertimbangan ekologis dan sosial, kebijakan ini justru menjadi senjata bagi elite ekonomi untuk memperluas cengkeramannya.

Proyek-proyek industri ekstraktif mulai mengincar wilayah Raja Ampat, yang sebelumnya relatif terlindungi. Akhir-akhir ini, muncul laporan tentang pertambangan nikel di kawasan sekitar Raja Ampat, yang berpotensi merusak hutan hujan tropis dan mencemari laut yang kaya spesies.

Kelemahan pengawasan serta terbatasnya kapasitas manajemen lokal turut memperparah situasi. Masyarakat Raja Ampat yang sebelumnya hidup dari laut, kini perlahan tergeser oleh skema ekonomi luar yang tak melibatkan mereka secara adil.

Data menunjukkan bahwa infrastruktur dan fasilitas pengelolaan wisata maupun konservasi di wilayah ini masih sangat terbatas, bahkan sering bergantung pada dukungan lembaga luar negeri. Hal ini memperlihatkan adanya celah besar dalam kebijakan negara yang belum berpihak sepenuhnya kepada masyarakat adat dan konservasi.

Padahal, peluang untuk mengembangkan ekonomi hijau sangat besar. Wisata bahari dan konservasi berbasis masyarakat telah terbukti sukses mendongkrak perekonomian lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Organisasi lokal bersama masyarakat Raja Ampat telah mengelola homestay berbasis komunitas yang mendatangkan wisatawan dari berbagai negara. Namun sayangnya, upaya ini tidak dilindungi secara maksimal oleh kebijakan nasional, yang justru lebih memberi ruang bagi investasi besar-besaran di sektor pertambangan dan perkebunan.

Ancaman terhadap Raja Ampat tak hanya datang dari darat. Kasus kerusakan terumbu karang seluas 18.000 meter persegi akibat kapal pesiar asing pada tahun 2017 menjadi bukti bahwa wisata massal tanpa pengaturan yang ketat juga dapat merusak ekosistem. Ditambah aktivitas tambang nikel yang masif saat ini semakin memperburuk keadaan.

Dalam konteks ini, negara bukan hanya abai, tapi juga lemah dalam menegakkan aturan perlindungan kawasan konservasi. Jika tren ini dibiarkan, maka Raja Ampat akan mengalami degradasi permanen seperti yang terjadi di banyak kawasan lain di Indonesia. “Surga Terakhir di Bumi itu Mungkin Akan Menjadi Neraka yang Abadi”.

Oleh karena itu, diperlukan tindakan konkret. Pemerintah pusat dan daerah harus segera melakukan moratorium yang masif terhadap seluruh aktivitas industri ekstraktif di kawasan Raja Ampat.

Langkah ini harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat lokal, pelibatan aktif masyarakat adat dalam proses perencanaan pembangunan, serta penguatan sektor ekowisata berkelanjutan. Kebijakan transparan dan partisipatif harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan wilayah yang kaya akan nilai ekologis dan budaya ini.

Menjaga Raja Ampat bukan hanya soal mempertahankan keindahan alam, tetapi juga soal mempertahankan martabat bangsa. Hilirisasi yang berkelanjutan seharusnya dimulai dari pelestarian, bukan perusakan. Ketika alam Papua diperkosa demi memenuhi hasrat segelintir elite ekonomi, maka kita sedang kehilangan arah sebagai bangsa.

Sudah saatnya kita berhenti menutup mata. Indonesia butuh kebangkitan moral untuk menempatkan rakyat dan lingkungan sebagai inti dari pembangunan yang sejati. (*)

Tags: #saverajaampatNikel Raja AmpatRaja AmpatSave Raja Ampat
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Duta Badung Sajikan Humor, Kritik Sosial dan Pesan Dharma Melalui Wimbakara Taman Penasar
  • Duta Badung Hipnotis Penonton PKB 2026 Lewat Calonarang “Geseng Waringin”
  • Galungan sebagai Otonan Gumi, PP KMHDI Ajak Umat Hindu Lawan Krisis Lingkungan dan Budaya Impor
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?