• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: Shalahuddin atau yang akrab disapa Bro Shalah. -Balitopik.com

Banjir Sumatera Tewaskan 174 Orang dan 79 Orang Hilang, Kinerja Menteri Kehutanan Harus Dievaluasi

9 bulan ago
Data kunjungan wisatawan ke Bali periode 2025-2026. -IST

Pariwisata Bali Diingatkan dari Sustainable Tourism Menuju Regenerative Tourism

2 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) dan Ketua DPRD bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack. -BALITOPIK.COM

Dewa Jack Apresiasi Koster Genjot PAD, Di Sisi Lain APBD Bali Defisit Rp842 Miliar

2 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Upah Pariwisata Bali 2027 Dikaji, UMKM Jadi Perhatian

2 jam ago
Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali sekaligus Wakil Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP), Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok. -IST

Putusan PTUN Kelingking Disorot DPRD Bali, Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

14 jam ago
Kondisi pohon mangrove yang mati karena paparan minyak di Pedungan. -IST

Usai Minta Maaf, Pertamina Diminta Pulihkan Mangrove Pedungan

16 jam ago
Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Dorong Banding, Polemik Lift Kaca Kelingking Berlanjut

20 jam ago
Ketua dan Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Budiutama (kiri) dan I Nyoman Oka Antara. -IST

Kos Rp2 Juta, DPRD Bali Dorong UMP 2027 Tembus Rp5 Juta

24 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -BALITOPIK.COM

Koster Klarifikasi Video Viral “Diam Kamu”

24 jam ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Banjir Sumatera Tewaskan 174 Orang dan 79 Orang Hilang, Kinerja Menteri Kehutanan Harus Dievaluasi

Reporter balitopik.com
29 November 2025 - 7:55 am
Foto: Shalahuddin atau yang akrab disapa Bro Shalah. -Balitopik.com

Foto: Shalahuddin atau yang akrab disapa Bro Shalah. -Balitopik.com

Balitopik.com, SUMATERA – Banjir bandang yang melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Sumatera masing-masing Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir memakan ratusan korban jiwa dan memutus akses jalur darat di beberapa titik.

Per Jumat (28/11) malam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan sebanyak 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 lainnya luka-luka akibat banjir di tiga provinsi ini.

Pemerhati lingkungan, Shalahuddin menilai banjir bandang itu tidak hanya terjadi akibat curah hujan yang tinggi, tetapi juga akibat kerusakan hutan yang parah. Mengingat dari video-video banjir yang beredar banyak kayu-kayu yang dibabat di hutan turut di bawa banjir ke pemukiman warga.

Shalahuddin meminta agar kinerja Menteri Kehutanan perlu dievaluasi. Tidak hanya di Sumatera, hutan-hutan di seluruh Indonesia perlu di selamatkan sebelum terlambat.

“Turut berduka yang mendalam untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Tapi rasanya penting juga untuk kita bicara soal penyebab banjir bandang yang bisa kita pastikan faktor terbesarnya adalah kerusakan hutan yang dalam hal ini adalah tanggung jawab Menteri Kehutanan.”

“Ini perlu dievaluasi kinerja Menteri Kehutanan mengingat hutan hampir di seluruh Indonesia dalam kondisi yang kritis namun tidak ada gebrakan untuk menyelamatkan hutan,” kata aktivis muda ini ditemui di Bali, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, hutan Sumatera yang dicatat sebagai Warisan Dunia Hutan Hujan Tropis Sumatera atau Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) sejak 2004 itu telah dicap ‘merah’ oleh UNESCO.

Hal ini pun didukung oleh temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara yang menyebutkan maraknya penebangan liar sebagai faktor terjadinya banjir.

“Maraknya penebangan liar, perambahan lahan, dan rencana pembangunan infrastruktur, sejak 2011 hingga kini membuat hutan Sumatera berstatus dalam bahaya,” ungkap pria yang akrab disapa Bro Shalah ini.

Selain soal kerusakan hutan, Bro Shalah juga menyoroti lambannya pemerintah dalam memberikan respon terhadap bencana alam, terutama dalam situasi yang mendesak.

Kata dia, jika terjadi bencana yang mengakibatkan jalur darat terputus, maka pilihannya adalah pertolongan melalui jalur udara. Ia berharap pemulihan pasca-bencana dapat dilakukan secara efektif dan terukur.

“Negara kita ini punya fasilitas yang lengkap, respon negara terhadap force majure perlu ditingkatkan. Semoga kondisi pasca-bencana di Sumatera dapat pulih kembali,” ungkapnya. (*)

Tags: BanjirBanjir SumateraBro ShalahMenteri Kehutanan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Pariwisata Bali Diingatkan dari Sustainable Tourism Menuju Regenerative Tourism
  • Dewa Jack Apresiasi Koster Genjot PAD, Di Sisi Lain APBD Bali Defisit Rp842 Miliar
  • Upah Pariwisata Bali 2027 Dikaji, UMKM Jadi Perhatian
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?