• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: Shalahuddin atau yang akrab disapa Bro Shalah. -Balitopik.com

Banjir Sumatera Tewaskan 174 Orang dan 79 Orang Hilang, Kinerja Menteri Kehutanan Harus Dievaluasi

5 bulan ago
Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha. -BALITOPIK.COM

Pansus TRAP Marah Besar Temukan BTID Lakukan Pembabatan Mangrove, Lahan langsung Disegel

4 jam ago
ILUSTRASI

Komplotan Curanmor asal Sumba Dibekuk Polresta Denpasar, 16 TKP, 12 Motor Disita

10 jam ago
Wayan Koster dialog dengan mahasiswa Unud bahas sampah Bali

Dialog dengan Mahasiswa soal Sampah, Koster: “Saya Ingin Ini Cepat Selesai”

10 jam ago
Sekda Bali Dewa Made Indra (tengah) saat membuka Bimtek Audit Keamanan Sistem Elektronik. -BALITOPIK.COM

132 Aplikasi Diaudit Antisipasi Ancaman Siber di Pemerintahan Digital

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat temui 3 kementerian di Jakarta. -BALITOPIK.COM

Gubernur Koster Temui 3 Menteri di Jakarta

2 hari ago
Gubernur Bali, Bupati Badung dan Wali Kota Denpasar saat teken kerja sama pembangunan PSEL di Jakarta. -BALITOPIK.COM

PSEL Bali Siap Dibangun

2 hari ago
Ilustrasi -BALITOPIK.COM

Stop Sebut “Babu” Negara Sudah Akui Martabat Pekerja Rumah Tangga

2 hari ago
Kontingen KKI Bali 2026

Bali Raih Peringkat Tiga Seleknas KKI 2026, Sumbang Atlet Pelatnas Terbanyak Kedua

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Banjir Sumatera Tewaskan 174 Orang dan 79 Orang Hilang, Kinerja Menteri Kehutanan Harus Dievaluasi

Reporter balitopik.com
29 November 2025 - 7:55 am
Foto: Shalahuddin atau yang akrab disapa Bro Shalah. -Balitopik.com

Foto: Shalahuddin atau yang akrab disapa Bro Shalah. -Balitopik.com

Balitopik.com, SUMATERA – Banjir bandang yang melanda puluhan kabupaten dan kota di tiga provinsi di Sumatera masing-masing Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir memakan ratusan korban jiwa dan memutus akses jalur darat di beberapa titik.

Per Jumat (28/11) malam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan sebanyak 174 orang meninggal dunia, 79 orang hilang, dan 12 lainnya luka-luka akibat banjir di tiga provinsi ini.

Pemerhati lingkungan, Shalahuddin menilai banjir bandang itu tidak hanya terjadi akibat curah hujan yang tinggi, tetapi juga akibat kerusakan hutan yang parah. Mengingat dari video-video banjir yang beredar banyak kayu-kayu yang dibabat di hutan turut di bawa banjir ke pemukiman warga.

Shalahuddin meminta agar kinerja Menteri Kehutanan perlu dievaluasi. Tidak hanya di Sumatera, hutan-hutan di seluruh Indonesia perlu di selamatkan sebelum terlambat.

“Turut berduka yang mendalam untuk korban banjir dan longsor di Sumatera. Tapi rasanya penting juga untuk kita bicara soal penyebab banjir bandang yang bisa kita pastikan faktor terbesarnya adalah kerusakan hutan yang dalam hal ini adalah tanggung jawab Menteri Kehutanan.”

“Ini perlu dievaluasi kinerja Menteri Kehutanan mengingat hutan hampir di seluruh Indonesia dalam kondisi yang kritis namun tidak ada gebrakan untuk menyelamatkan hutan,” kata aktivis muda ini ditemui di Bali, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, hutan Sumatera yang dicatat sebagai Warisan Dunia Hutan Hujan Tropis Sumatera atau Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) sejak 2004 itu telah dicap ‘merah’ oleh UNESCO.

Hal ini pun didukung oleh temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara yang menyebutkan maraknya penebangan liar sebagai faktor terjadinya banjir.

“Maraknya penebangan liar, perambahan lahan, dan rencana pembangunan infrastruktur, sejak 2011 hingga kini membuat hutan Sumatera berstatus dalam bahaya,” ungkap pria yang akrab disapa Bro Shalah ini.

Selain soal kerusakan hutan, Bro Shalah juga menyoroti lambannya pemerintah dalam memberikan respon terhadap bencana alam, terutama dalam situasi yang mendesak.

Kata dia, jika terjadi bencana yang mengakibatkan jalur darat terputus, maka pilihannya adalah pertolongan melalui jalur udara. Ia berharap pemulihan pasca-bencana dapat dilakukan secara efektif dan terukur.

“Negara kita ini punya fasilitas yang lengkap, respon negara terhadap force majure perlu ditingkatkan. Semoga kondisi pasca-bencana di Sumatera dapat pulih kembali,” ungkapnya. (*)

Tags: BanjirBanjir SumateraBro ShalahMenteri Kehutanan
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Pansus TRAP Marah Besar Temukan BTID Lakukan Pembabatan Mangrove, Lahan langsung Disegel
  • Komplotan Curanmor asal Sumba Dibekuk Polresta Denpasar, 16 TKP, 12 Motor Disita
  • Dialog dengan Mahasiswa soal Sampah, Koster: “Saya Ingin Ini Cepat Selesai”
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?