• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Tokoh senior Partai Golkar Bali, Gede Indria. -Dok/Balitopik.com

Antisipasi Kotak Kosong di Musda Golkar Bali

8 bulan ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna didampingi Kakanim Imigrasi Ngurah Rai Bugie Kurniawan saat memantau situasi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. -IST/BALITOPIK.COM

40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak

9 jam ago
Suasan kegiatan “Mebanjaraan” yang dilaksanakan oleh Jimbaran Bersatu. -IST/BALITOPIK.COM

“Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan

9 jam ago
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Gusti Made Dwipayana. -IST/Balitopik.com

Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD

10 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

CATAT! Batas Waktu Pengiriman Sampah ke TPA Suwung 31 Maret

13 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan arahan. -Balitopik.com

Koster Ancam Tahan BKK bagi Daerah yang Abai Kelola Sampah

13 jam ago
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna. -IST/BALITOPIK.COM

270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Akibat Konflik Timur Tengah

13 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memberikan arahan kepada tim. -IST/Balitopik.com

Badung Canangkan Gerakan Serentak Olah Sampah Berbasis Sumber

13 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa beserta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Sosial Berupa Uang sebesar Rp. 2 Juta Per KK Menjelang Hari Raya Keagamaan Idul Fitri Secara Simbolis Kepada Masyarakat Di Kabupaten Badung yang beragama Islam, bertempat di Musholla Nurul Hikmah, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Senin (09/03/2026).

Bansos Idul Fitri Cair di Badung, 6.518 KK Muslim Terima Rp2 Juta

14 jam ago
BALI TOPIK
Senin, Maret 9, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
BALI TOPIK
No Result
View All Result

Antisipasi Kotak Kosong di Musda Golkar Bali

Reporter balitopik.com
9 Juli 2025 - 7:35 am
0 0
Tokoh senior Partai Golkar Bali, Gede Indria. -Dok/Balitopik.com

Tokoh senior Partai Golkar Bali, Gede Indria. -Dok/Balitopik.com

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Balitopik.com, BALI –  Tokoh senior Partai Golkar asal Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Gede Indria angkat bicara jelang Musyawarah Daerah  (Musda) Golkar Bali Minggu 13 Juli 2025 mendatang.

Diakuinya saat ini ada polemik kepentingan di tubuh Golkar Bali. Mantan anggota DPRD Buleleng era 1990-an itu menyoroti dinamika yang berkembang di internal partai berlambang pohon beringin tersebut, ketika dihubungi awak media, Rabu ( 9/7/2025).

Meski mengaku sudah tidak aktif secara struktural di Golkar, Gede Indria merasa terpanggil untuk menyampaikan pandangan demi masa depan partai.

Gede Indria menilai seluruh calon pimpinan Golkar Bali adalah figur-figur potensial. Namun, ia menyoroti dua nama yang kini menjadi sorotan publik: Nyoman Sugawa Korry dan Gede Sumarjaya Linggih (Demer).

“Kami tidak punya kepentingan pribadi. Tapi sebagai orang yang merasa memiliki Golkar, saya melihat Golkar Bali perlu perombakan karakter. Kader muda harus dididik menjadi pengayom masyarakat, bukan pengayom kelompok tertentu,” ujar Gede Indria.

Ia memuji kepemimpinan Sugawa Korry sebagai sosok yang etis dan selalu hadir saat kader di bawah membutuhkan. Menurutnya, hal ini menjadi nilai penting dalam membangun partai yang sehat dan berjiwa sosial.

Namun, ia juga mengingatkan potensi kerusakan partai apabila sistem internal hanya didasarkan pada transaksionalitas antara hak dan kewajiban.

“Kalau kader sudah menerima hak, lalu harus tunduk melaksanakan kewajiban karena uang, ini yang menghancurkan partai. Jangan sampai sistem jual beli suara menggerogoti Golkar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia secara terang-terangan mengkritik pola kepemimpinan yang terindikasi mendukung strategi ‘kotak kosong’ dalam Pilkada. Ia bahkan menyebut istilah “Sutradara Kotak Kosong” sebagai sindiran untuk para elite partai yang lebih mementingkan deal politik dibanding memperjuangkan kader potensial.

“Jangan sampai kita punya calon kuat, malah tidak direkom dan akhirnya melawan kotak kosong. Itu jelas mencurigakan. Ada apa di balik semua ini? Apakah hanya demi ‘saweran’ atau bargaining politik?” tanyanya retoris.

Gede Indria juga memberikan catatan keras terhadap Gede Sumarjaya Linggih yang kini digadang-gadang sebagai calon ketua Golkar Bali. Ia menyebut bahwa kiprah Demer sebagai anggota DPR RI selama lima periode lebih karena keberuntungan politik, bukan karena ketokohan murni.

“Saya masih ingat, tahun 2004 beliau ikut di Partai PIB. Sekarang disebut sebagai tokoh senior Golkar, menurut saya belum mumpuni. Apalagi sekarang ada laporan ke KPK, MKD DPR, dan Kejaksaan Agung terkait dugaan pelanggaran UU Korupsi. Bukankah ini membahayakan citra partai?” ujarnya lantang.

Ia pun menyarankan agar Demer fokus menyelesaikan persoalan hukumnya terlebih dahulu daripada berambisi memimpin Golkar Bali. Tuduhan yang dilaporkan oleh aktivis anti-korupsi disertai bukti kuat, menurutnya bukan hal remeh yang bisa diabaikan.

“Semoga beliau bisa nyute kerthi (introspeksi diri), agar semuanya berjalan damai dan humanis. Jangan sampai partai ini dipimpin oleh orang yang sedang dikejar laporan hukum. Itu hanya akan menjadi beban besar,” ucap Gede Indria penuh harap.

Di tengah riuh kontestasi menuju Musda Golkar Bali, suara dari akar rumput dan para tokoh lawas seperti Gede Indria menjadi pengingat keras: bahwa Golkar tidak boleh kehilangan marwah dan arah perjuangannya. Bukan sekadar memenangkan kursi, tetapi mengembalikan kepercayaan rakyat yang selama ini perlahan terkikis oleh pragmatisme politik.

Gede Indria mengingatkan agar Partai Golkar jangan hanya dipakai sekedar sebagai tameng pelindung dlm rangka proses dugaan korupsi yang skr sdg berjalan, bukan saja terhadap GSL  sendiri tetap  juga terhadap dugaan keterlibatan anaknya.

“Aspirasi ini, bukan saja ditujukan kepada  Ketua Umum Partai Golkar, juga diharapkan bisa dipergunakan sbg bahan  masukan kepada para pemilik suara di bawah, karena  biar bagaimanapun kalau ternyata dugaan itu benar dan berproses di aparat penegak hukum, paling tidak ikut andil dan bertanggung jawab terhadap  citra buruk yang menimpa Partai Golkar kedepan,” ungkapnya

“Golkar jangan jadi rumah dagang kepentingan. Kalau salah memilih pemimpin, bukan hanya partai yang hancur, tapi Bali ikut dibebani,” pungkasnya. (*)

Tags: Gde Sumarjaya LinggihGede IndriaGolkar BaliI Nyoman Sugawa KorryMusda Golkar BaliPartai Golkar
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • 40 Penerbangan Timur Tengah Batal, Imigrasi Bali Beri Solusi bagi WNA Terdampak
  • “Mebanjaraan” di Jimbaran Perkuat Kebersamaan Warga, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
  • Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Ini Daftar Juara SMA, SMP, dan SD
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?