• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya saat berada di Bali. -Balitopik.com

Ketua Komisi XIII DPR RI Akui Tragedi 1998 Sebagai Pelanggaran HAM, Tapi Jangan Parno

9 bulan ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri pelantikan KADIN Bali di Art Centre Denpasar

Koster Ajak KADIN Dorong Infrastruktur Bali

7 menit ago
Gubernurali Wayan Koster saat pidato satu tahun Koster-Giri. -IST/BALITOPIK.COM

Koster Akan Panggil BTID: Saya Tidak Akan Mundur, Mangrove Harus Kita Bela Bersama

7 jam ago
Koster tanam mangrove di Tanjung Benoa bersama Kejagung

Jadi Tameng Daratan Bali, Koster dan Kejagung Tanam Mangrove

21 jam ago
Foto udara Kura-Kura Bali. -IST/BALITOPIK.COM

Kejati Bali Akan Panggil PT BTID, Bidik Data Tukar Guling Mangrove di Jembrana dan Karangasem

1 hari ago
Kolase: Gubernur Bali Wayan Koster saat mennnam mangrove tadi pagi dan lahan BTID yang disegel karena dugaan pembabatan mangrove. -BALITOPIK.COM

KONTRAS! Koster dan Kejati Tanam Mangrove, BTID Justru Membabat

1 hari ago
Kolase: Wakil Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Muhamad Shalahuddin Jamil, S.H (kiri) dan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin. -IST/BALITOPIK.COM

Soroti Saluran Air Desa Tarunajaya, Wasekjen ABPEDNAS Apresiasi Bupati Tasikmalaya

1 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa diwawancara awak media usai Rapat Paripurna Masa Persidangan III di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Badung, Kamis (23/4/2026). -BALITOPIK.COM

Bupati Adi Arnawa Apresiasi DPRD, Rekomendasi LKPJ Jadi Kunci APBD Sehat

2 hari ago
Suasan Rapat Paripurna ke-35, Jumat (24/4/2026). -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Soroti Stunting hingga Sampah, Rekomendasi LKPJ 2025 Diserahkan ke Wagub Giri Prasta

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Ketua Komisi XIII DPR RI Akui Tragedi 1998 Sebagai Pelanggaran HAM, Tapi Jangan Parno

Reporter balitopik.com
17 Juli 2025 - 8:45 am
Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya saat berada di Bali. -Balitopik.com

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya saat berada di Bali. -Balitopik.com

Balitopik.com, BALI – Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya menegaskan pentingnya mengakui fakta sejarah, termasuk peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi pada 1998. Menurutnya, laporan-laporan resmi seperti dari Komnas HAM dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sudah menjadi rujukan yang valid dan tidak perlu diperdebatkan ulang secara dikotomis.

Hal tersebut disampaikan Wili saat menghadiri acara sosialisasi yang diselenggarakan (LPSK) bersama (BNPT) bertajuk “Penanganan Korban Terorisme Masa Lalu” di Prime Plaza Hotel, Kamis, 17/7/2025.

“Kalau itu terjadi, ya kita harus akui itu sebagai sebuah fakta,” ujar Wili, saat dimintai tanggapan terkait dugaan kekerasan seksual yang dialami para korban pada masa reformasi 1998. Ia menekankan pentingnya pemilihan diksi yang tepat agar tidak terjebak dalam polemik yang kontraproduktif.

Wili menjelaskan bahwa perdebatan seputar sejarah kerap kali terjebak dalam miskomunikasi dan salah tafsir. Ia mendorong agar peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah bangsa dilihat sebagai bagian dari perjalanan kolektif yang harus dijadikan pembelajaran, bukan untuk dihindari apalagi dihapus.

“Apakah itu kejadian sebagai kolateral atau benar-benar terjadi secara spontan? Itu semua dilaporkan. Tapi mari kita membangun narasi yang lebih produktif, bukan terjebak dalam diksi dan perdebatan yang sempit,” katanya.

Terkait dengan rencana penulisan ulang sejarah 1998 oleh Mendikbud Fadli Zon, Wili menyatakan dukungannya selama proses tersebut dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak.

“Metodologinya harus partisipatif. Libatkan akademisi, peneliti, sejarawan. Jangan dilakukan diam-diam. Ini harus menjadi ruang demokratis. Semua bisa terlibat,” tegasnya.

Wili juga menyoroti kekhawatiran sejumlah pihak terhadap potensi penulisan sejarah yang tidak objektif. Menurutnya, objektivitas dalam sejarah bersifat relatif karena selalu terbuka terhadap berbagai penafsiran.

“Kitab suci aja banyak tafsirnya. Apalagi sejarah republik. Kenapa kita harus parno? Tinggal kawal prosesnya, pastikan transparan dan inklusif,” jelas politisi dari Fraksi NasDem ini.

Lebih lanjut, Wili menyarankan agar proses penulisan sejarah mengadopsi pendekatan seperti pembentukan undang-undang di DPR, yakni dengan membuka ruang Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Kalau DPR bikin undang-undang, kita undang semua stakeholder. Kenapa sejarah tidak bisa disusun dengan metodologi yang sama?” pungkasnya. (*)

Tags: Ketua Komisi XIII DPR RIKomnas HAMPelanggaran HAMPenulisan Ulang SejarahTim Gabungan Pencari FaktaTragedi 1998Willy Aditya
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Ajak KADIN Dorong Infrastruktur Bali
  • Koster Akan Panggil BTID: Saya Tidak Akan Mundur, Mangrove Harus Kita Bela Bersama
  • Jadi Tameng Daratan Bali, Koster dan Kejagung Tanam Mangrove
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?