BALITOPIK.COM, DENPASAR – Gelaran Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 dipastikan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya tingkat hunian hotel di kawasan Ubud, Gianyar.
Menjelang festival musik internasional yang berlangsung pada 7–8 Agustus 2026, okupansi sejumlah hotel mengalami peningkatan signifikan, bahkan salah satu hotel penyelenggara telah mencatat tingkat hunian penuh.
General Manager STHALA, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali by Marriott International, Lasta Arimbawa, mengatakan antusiasme wisatawan terhadap festival jazz tahunan tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi itu turut mendorong okupansi hotel, terlebih saat ini Bali sedang memasuki musim kunjungan wisatawan atau high season.
“Selama empat tahun kami menjadi salah satu hotel pendukung sekaligus host bagi Ubud Village Jazz Festival, tingkat hunian kami selalu penuh. Tahun ini pun demikian, okupansi kami sudah mencapai 100 persen. Jika masih ada tamu yang mencari kamar, kami dengan senang hati akan merekomendasikan hotel-hotel lain di sekitar Ubud,” ujar Lasta kepada awak media, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kehadiran SUVJF tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi industri perhotelan, restoran, hingga pelaku usaha pariwisata di Ubud.
Untuk menyambut lonjakan wisatawan, pihak hotel melakukan berbagai pembaruan layanan agar pengalaman menginap para tamu semakin berkesan.
“Kami melakukan pembaruan, baik dari sisi fasilitas maupun pengalaman tamu. Salah satunya dengan menghadirkan menu-menu baru yang lebih mengeksplorasi cita rasa lokal. Bahkan kami mendatangkan chef dari Padang untuk melatih tim kami menyajikan rendang autentik, termasuk menggunakan bahan baku yang didatangkan langsung dari Sumatera Barat agar kualitas rasanya tetap terjaga,” jelasnya.
Selain menawarkan pengalaman menginap, SUVJF 2026 juga akan menghadirkan deretan musisi jazz dari Indonesia maupun mancanegara yang mewakili berbagai aliran musik, mulai dari straight-ahead jazz, jazz kontemporer, big band, world music, hingga kolaborasi lintas budaya.
Salah satu penampilan yang paling dinantikan adalah Pong Nakornchai Ensemble, yang mempertemukan musisi dari Thailand, Indonesia, dan Amerika Serikat dalam sebuah proyek jazz kontemporer. Grup ini membawakan komposisi karya pemain saksofon sopran Joe Rosenberg bersama Indra Gupta pada bass dan Michael Ananda pada gitar.
Festival juga akan dimeriahkan oleh gitaris Indonesia Koko Harsoe bersama SAN Trio, kelompok jazz fusion asal Bali yang beranggotakan Savio (piano), Amos (kontrabas), dan Nara (drum). Penampilan mereka dikenal mengedepankan improvisasi serta eksplorasi jazz modern.
Kolaborasi internasional lainnya akan dihadirkan oleh Jadi Peperzak Quartet bersama pianis Indonesia Kasyfi Kalyasyena, bassist Nepal Sulav Maharjan, dan drummer Belanda Rafael Slors, yang menyuguhkan komposisi liris dengan harmoni khas jazz kontemporer.
Sementara itu, Simone Prattico Java Collective akan mempertemukan sentuhan musik Mediterania, nuansa Jawa, dan improvisasi jazz melalui kolaborasi drummer Italia Simone Prattico bersama Sri Hanuraga dan Kevin Yosua.
Festival juga menghadirkan Straight and Stretch Quartet yang dipimpin gitaris Yuri Mahatma dan pianis Astrid Sulaiman. Penampilan mereka akan semakin istimewa dengan kolaborasi bersama trombonis Jepang Masahiko Kitahara, vokalis jazz Indonesia Dian Pratiwi, serta penyanyi asal Singapura Glen Wee, yang akan membawakan lagu-lagu dari album debutnya Sounds in the City.
Kemegahan SUVJF 2026 akan ditutup oleh penampilan Salamander Big Band, salah satu orkestra jazz independen tertua di Indonesia yang akan tampil bersama sekitar 27 musisi membawakan repertoar swing klasik, karya-karya big band modern, hingga aransemen orisinal.
Dengan perpaduan musisi internasional, atmosfer khas Ubud, dan tingginya antusiasme wisatawan, Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 diproyeksikan kembali menjadi salah satu agenda musik internasional yang memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan sektor pariwisata Bali. (*)









