BALITOPIK.COM, NTT — Tiga rumah warga di Kampung Wae Dangka, Desa Racang Welak, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, dilaporkan roboh hingga rata dengan tanah akibat gempa bumi. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini salah satu titik yang mendapat perhatian dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.
Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa di kampung tersebut. Bantuan diserahkan langsung Ketua Presidium PP PMKRI Yohanes Tola kepada Camat Welak Heribertus Mangga, didampingi aparat Desa Racang Welak dan perwakilan warga.
Bantuan yang diberikan difokuskan pada kebutuhan dasar warga selama berada dalam masa tanggap darurat dan pemulihan. Paket bantuan tersebut terdiri dari sembako, selimut, serta perlengkapan mandi dan kebersihan.
Yohanes Tola mengatakan Wae Dangka dipilih sebagai salah satu titik penyaluran karena tingkat kerusakan akibat gempa di wilayah tersebut tergolong berat. Berdasarkan pendataan lapangan, tiga rumah warga mengalami kerusakan hingga roboh dan rata dengan tanah.
“Kampung Wae Dangka menjadi salah satu titik fokus perhatian kami karena dampak gempa di sini sangat berat. Berdasarkan pendataan lapangan, sebanyak tiga unit rumah warga rata dengan tanah,” ujar Yohanes Tola.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal dan menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar setelah bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana,” katanya.
Camat Welak Heribertus Mangga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, sembako, selimut, dan perlengkapan mandi merupakan kebutuhan penting bagi warga yang masih menghadapi dampak bencana.
“Kami atas nama warga Kampung Wae Dangka dan pemerintah Kecamatan Welak mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Presidium PP PMKRI, Saudara Yohanes Tola, beserta seluruh jajaran. Bantuan berupa sembako, selimut, dan alat mandi ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang tertimpa musibah,” ujar Heribertus.
Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada keluarga yang terdampak langsung. Penyaluran diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang masih berada dalam kondisi pascabencana.
PMKRI juga mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan dampak gempa di Flores. Selain pemenuhan kebutuhan selama masa tanggap darurat, perhatian terhadap pemulihan tempat tinggal dan infrastruktur warga dinilai tetap diperlukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan.
Penyaluran bantuan ke Wae Dangka menjadi bagian dari upaya membantu warga yang menghadapi dampak langsung gempa, terutama keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemulihan.









