• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Foto: I Ketut Marra, I Wayan Santrayana dan I Gede Budiartha. -Balitopik.com

Dari Guru ke Seniman: Pameran “Tutur Ayu” Hadirkan Karya Penuh Nilai Budaya Bali

3 bulan ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026. -IST

Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali

21 jam ago
Peserta korve yang dipimpin oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung di Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. -BALITOPIK.COM

Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis

2 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Pantai di Benoa

2 hari ago
Ketua Pansus TRAP bersama jajaran saat menerima For Hati Bali di Wantilan DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

FOR HATI Bali Kawal Rekomendasi Pansus TRAP Sampai Dieksekusi Eksekutif

2 hari ago
Peta titik pembangunan LNG. Foto: LMND Bali.

Polemik Proyek LNG, Sudahkah Mengakomodasi Suara Inklusif Warga Adat Serangan?

2 hari ago
I Dewa Nyoman Rai (tengah) dan tim Pansus TRAP saat menerima FOR HATI BALI di Wantilan DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Pelanggaran BTID, Dewa Rai: Even More, Administrasi doang Lengkap tapi “Ompong” Fakta Lapangan

2 hari ago
Sekretaris I Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta. -BALITOPIK.COM

Dorong Ekonomi Lokal, Ny. Giri Prasta Ajak Warga Cintai Produk Daerah

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dari Guru ke Seniman: Pameran “Tutur Ayu” Hadirkan Karya Penuh Nilai Budaya Bali

Reporter balitopik.com
6 Maret 2026 - 1:13 pm
Foto: I Ketut Marra, I Wayan Santrayana dan I Gede Budiartha. -Balitopik.com

Foto: I Ketut Marra, I Wayan Santrayana dan I Gede Budiartha. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Kelompok seniman sekaligus pendidik yang tergabung dalam Kelompok Soko Guru menggelar pameran seni lukis bertajuk “Tutur Ayu” di Griya Santrian Art Gallery, kawasan Sanur, Denpasar, Jumat (6/3/2026).

Pameran ini menampilkan sebanyak 18 karya lukisan dari tiga perupa Bali yang juga dikenal sebagai guru seni, yakni I Ketut Marra, I Wayan Santrayana, dan I Gede Budiartha.

Pengelola galeri, Dollar Astawa, menjelaskan bahwa ketiga seniman tersebut merupakan sosok yang telah lama berkarya di dunia seni rupa Bali sekaligus berperan sebagai pendidik bagi generasi muda.

“Ketiganya telah memasuki masa purna tugas sebagai guru, namun tetap aktif berkarya dan memberikan kontribusi melalui seni rupa,” ujarnya.

Pameran “Tutur Ayu” secara resmi dibuka oleh Putri Suastini Koster dan akan berlangsung hingga 30 April 2026.

Penulis sekaligus kurator, I Made Susanta Dwitanaya, menyebutkan bahwa pameran ini merupakan refleksi perjalanan panjang para seniman yang tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengetahuan kepada generasi muda melalui pendidikan.

Menurutnya, dalam perjalanan pengabdian seorang guru selalu ada jejak sunyi yang jarang terlihat, namun terus hidup melalui karya dan nilai yang diwariskan.

“Pameran ini memperlihatkan bagaimana seorang guru tetap menjalankan perannya sebagai pendidik, bahkan setelah pensiun dari ruang kelas,” ujarnya.

Nama Soko Guru sendiri memiliki makna filosofis sebagai tiang penyangga utama. Dalam konteks ini, istilah tersebut melambangkan peran guru sebagai fondasi pengetahuan, penutur nilai, serta penjaga kebijaksanaan melalui karya seni.

Judul pameran “Tutur Ayu” dipilih sebagai simbol bahwa seni merupakan bahasa universal yang terus menyampaikan pesan dan nilai kehidupan.

“Tutur Ayu bermakna bahwa setiap karya membawa pesan moral dan kebijaksanaan yang relevan bagi generasi saat ini,” jelasnya.

Dalam pameran ini, masing-masing seniman menghadirkan karakter karya yang berbeda.

I Ketut Marra dikenal sebagai seniman yang konsisten mengeksplorasi berbagai medium seni, mulai dari seni lukis hingga seni grafis. Karya-karyanya menampilkan eksplorasi garis, warna, tekstur, serta komposisi yang kuat.

Tema yang diangkat banyak merepresentasikan alam serta budaya Bali. Namun karya tersebut tidak sekadar menggambarkan realitas visual, melainkan menghadirkan refleksi kritis terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali.

Sementara itu, I Wayan Santrayana menghadirkan karya dengan karakter figuratif yang mengalami deformasi bentuk. Gaya visual ini menjadi bahasa artistik yang khas dalam menggambarkan dinamika sosial dan perubahan budaya di Bali.

Melalui deformasi bentuk tersebut, Santrayana menghadirkan ekspresi yang kuat sekaligus menyampaikan pesan tentang hubungan manusia dengan alam, spiritualitas, serta transformasi budaya.

Di sisi lain, I Gede Budiartha lebih menonjolkan kecenderungan abstraksi dalam karya-karyanya. Permainan komposisi warna, gestur garis, dan ekspresi visual menjadi kekuatan utama dalam lukisannya.

Meski tampak abstrak, karya Budiartha tetap menghadirkan representasi objek yang dapat dikenali. Melalui pendekatan tersebut, ia mengangkat tema-tema tentang rasa dan dinamika kehidupan manusia.

Baginya, rasa merupakan kualitas penting yang membentuk kemanusiaan seseorang selain pikiran dan jiwa.

Melalui karya-karya yang dipamerkan dalam “Tutur Ayu”, para seniman tidak hanya menghadirkan nilai estetika, tetapi juga ruang refleksi bagi masyarakat.

Pameran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebudayaan Bali terus berkembang mengikuti zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah arus perubahan global, pameran ini menunjukkan bahwa seni tetap menjadi medium penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus menyampaikan pesan moral kepada masyarakat.

Kini, meski telah memasuki masa pensiun sebagai pendidik formal, ketiga seniman tersebut tetap menjalankan swadarma sebagai guru bagi masyarakat.

Jika dahulu mereka mengajar di ruang kelas, kini nilai-nilai kehidupan disampaikan melalui karya seni yang lahir dari pengalaman batin yang semakin matang dan bijaksana.

Melalui pameran “Tutur Ayu”, publik tidak hanya menikmati keindahan karya seni, tetapi juga diajak merenungkan nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. (*)

Tags: Budaya BaliDenpasarGaleri SeniPameran SeniSanurSeni BaliSeniman Bali
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali
  • Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali
  • Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?