• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Seorang pecalang Bali sedang berjaga di pintu masuk jalan tol Bali Mandara saat Nyepi tahun 2024. -IST/Balitopik.com

Takbiran Tetap Diizinkan Saat Nyepi 2026 di Bali, FKUB Tetapkan Sejumlah Syarat

4 jam ago
Ibu Putri Koster dalam acara pameran seni rupa bertajuk Tutur Ayu. -Balitopik.com

Pameran Seni Rupa “Tutur Ayu” Putri Koster: Pariwisata Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya

7 jam ago
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian di hari kedua. -Balitopik.com

Nelayan Sanur Hilang di Perairan Nusa Penida, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Kedua

7 jam ago
Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya. -IST/Balitopik.com

Kapolda Bali: Sinergi Polisi dan Pecalang Kunci Keamanan Bali, Sipandu Beradat Diperkuat

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -IST/Balitopik.com

Gubernur Bali Wayan Koster Pastikan Insentif Pecalang Cair 2027

7 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin rapat koordinasi. -Balitopik.com

Koster Ajak Perbekel dan Bendesa Adat Badung Jengah Kelola Sampah dari Sumber, TPA Suwung Ditutup 1 Agustus 2026

22 jam ago
Foto: I Ketut Marra, I Wayan Santrayana dan I Gede Budiartha. -Balitopik.com

Dari Guru ke Seniman: Pameran “Tutur Ayu” Hadirkan Karya Penuh Nilai Budaya Bali

24 jam ago
Wagub Giri Prasta saat menerima jajaran KONI Bali. -IST/Balitopik.com

Jadi Calon Kuat, Wagub Giri Prasta Terima Audiensi KONI Bali

1 hari ago
Ketua KMHDI Bali, Pitriyou. -IST/Balitopik.com

PT Pelindo ‘Campah’ pada Alam Bali, KMHDI Bali Tuntut Lakukan 3 Hal

1 hari ago
BALI TOPIK
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Takbiran Tetap Diizinkan Saat Nyepi 2026 di Bali, FKUB Tetapkan Sejumlah Syarat

Reporter balitopik.com
7 Maret 2026 - 9:12 am
0 0
Seorang pecalang Bali sedang berjaga di pintu masuk jalan tol Bali Mandara saat Nyepi tahun 2024. -IST/Balitopik.com

Seorang pecalang Bali sedang berjaga di pintu masuk jalan tol Bali Mandara saat Nyepi tahun 2024. -IST/Balitopik.com

Berbagi artikel balitopikredaksi@gmail.com

Balitopik.com, DENPASAR – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali memastikan bahwa kegiatan malam takbiran tetap diperbolehkan dilaksanakan meskipun bertepatan dengan Hari Raya Nyepi tahun 2026. Namun demikian, pelaksanaannya harus mengikuti sejumlah ketentuan agar tidak mengganggu suasana hening yang menjadi inti perayaan Nyepi di Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikan Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, saat ditemui usai acara Gelar Agung Pecalang se-Bali yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, pada prinsipnya kegiatan takbiran tetap diperbolehkan sebagai bagian dari perayaan umat Muslim menyambut Idul Fitri. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara sederhana dan tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.

“Pada prinsipnya takbiran boleh dilaksanakan, tetapi dengan syarat yang cukup ketat tanpa mengurangi makna dari takbiran itu sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu syarat utama adalah kegiatan takbiran dilakukan dengan berjalan kaki menuju masjid atau tempat ibadah terdekat. Selain itu, kegiatan tersebut diminta tidak menggunakan pengeras suara atau alat yang dapat menimbulkan suara keras.

FKUB Bali juga mengimbau agar lampu di area masjid diarahkan ke dalam ruangan sehingga tidak memancarkan cahaya yang terlihat dari luar. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga suasana sunyi dan gelap yang menjadi bagian dari pelaksanaan Nyepi.

Setelah kegiatan selesai, umat yang mengikuti takbiran juga diminta untuk langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan aktivitas lain di luar.

Menurut Penglingsir Agung, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama di Bali. Ia menilai, kebijakan tersebut sekaligus menjadi contoh nyata praktik toleransi yang selama ini terjaga di Pulau Dewata.

“Bali sudah lama menjadi barometer toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut bukan diambil secara sepihak. Kebijakan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara para tokoh agama di Bali, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri.

Seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi dan kegiatan keagamaan lainnya juga telah diedarkan kepada masyarakat. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa seluruh pihak diharapkan menjaga ketenangan dan ketertiban selama Nyepi berlangsung.

Penglingsir Agung menjelaskan bahwa Bali sebenarnya sudah beberapa kali mengalami momen ketika dua hari besar keagamaan jatuh pada waktu yang hampir bersamaan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Nyepi pernah bertepatan dengan ibadah umat agama lain.

Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kehidupan berdampingan antarumat beragama dapat berjalan dengan baik jika dilandasi rasa saling menghormati.

“Indonesia memiliki landasan kuat melalui Bhinneka Tunggal Ika dan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai-nilai tersebut sebenarnya juga sejalan dengan ajaran semua agama yang mengajarkan toleransi dan saling menghormati,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di masa lalu Nyepi pernah bertepatan dengan berbagai kegiatan keagamaan lain, seperti ibadah Jumat bagi umat Muslim maupun ibadah Minggu bagi umat Kristen. Namun semua kegiatan tersebut tetap bisa berjalan dengan baik tanpa mengurangi kesakralan Nyepi.

Meski demikian, FKUB Bali tetap mengingatkan adanya kemungkinan munculnya oknum yang berpotensi mengganggu ketertiban selama Nyepi berlangsung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pecalang di masing-masing desa adat akan tetap melakukan pengawasan di lapangan. Namun, pendekatan yang dilakukan diharapkan bersifat humanis dan persuasif.

Jika ditemukan pelanggaran, pecalang diminta untuk mengedepankan dialog serta koordinasi dengan tokoh agama setempat agar masalah dapat diselesaikan secara damai.

“Pecalang nanti akan turun bersama tokoh agama di wilayah masing-masing, baik dari umat Hindu, Islam maupun lainnya. Harapannya semua kegiatan bisa berjalan aman dan damai,” kata Penglingsir Agung.

Ia berharap masyarakat Bali dapat terus menjaga tradisi hidup rukun yang telah menjadi ciri khas daerah tersebut. Menurutnya, keharmonisan antarumat beragama merupakan salah satu kekuatan utama Bali yang harus dipertahankan.

Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan perayaan Nyepi maupun malam takbiran dapat berjalan dengan tertib, saling menghormati, dan tetap menjaga nilai toleransi yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali. (*)

Tags: Berita BaliDenpasarfkbu baliidul fitri balikebijakan nyepi balikerukunan umat beragamanyepi 2026Pecalang Balitakbiran balitoleransi beragama bali
SendSendScan

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Takbiran Tetap Diizinkan Saat Nyepi 2026 di Bali, FKUB Tetapkan Sejumlah Syarat
  • Pameran Seni Rupa “Tutur Ayu” Putri Koster: Pariwisata Bali Harus Tetap Berakar pada Budaya
  • Nelayan Sanur Hilang di Perairan Nusa Penida, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Hari Kedua
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?