• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kegiatan penguatan Desa Wisata Tangguh Bencana di Karangasem Bali

10 Tahun Perkuat Kesiapsiagaan, Desa Wisata Tangguh Bencana Lahir di Karangasem

5 bulan ago
Warga Negara (WN) Australia berinisial MS (59) saat dideportasi. -IST

MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara

2 jam ago
Perum BULOG Kantor Wilayah Bali saat melakukan pemantauan. -IST

Stok Beras Bali 7.657 Ton, BULOG Perketat Pantauan Harga di Pasar

2 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster

Manakala AI Merajalela, Koster: Tak Boleh Gantikan Budaya

7 jam ago
Para peserta saat mengikuti uji kompetensi chef. -BALITOPIK.COM

Standar Chef Dapur MBG Diperketat, 30 Peserta Ikuti Uji Kompetensi

13 jam ago
Potret pertambangan di kawasan Kampial, Nusa Dua, Kabupaten Badung. -IST

Tambang 5,8 Hektare di Kampial Disegel Pansus TRAP

1 hari ago
C.H (diblur) saat mengikuti sidang di PN Denpasar, Kamis (3/9/2026). -IST

WN Tiongkok Pakai Paspor Malaysia Palsu Masuk Bali, Kini Diadili di PN Denpasar

1 hari ago
Erick Tohir dan Nyoman Parta. -Medsos Nyoman Parta

Erick Thohir Bisiki Nyoman Parta, Lalu Tuangkan Air ke Gelasnya

1 hari ago
Koordinator Pusat Aliansi BEM se-Bali, Kadek Surya Dewantara. -IST

Upah Bali Rendah, BEM se-Bali Desak Pemerintah Bertindak

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

10 Tahun Perkuat Kesiapsiagaan, Desa Wisata Tangguh Bencana Lahir di Karangasem

Reporter balitopik.com
15 April 2026 - 8:29 am
Kegiatan penguatan Desa Wisata Tangguh Bencana di Karangasem Bali

Kegiatan diseminasi program kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata Karangasem. -IST/BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, KARANGASEM – Upaya penguatan kesiapsiagaan bencana di Bali terus diperkuat, terutama di kawasan destinasi wisata yang rentan terhadap risiko alam. Memasuki masa transisi menuju musim kemarau yang dibayangi fenomena El Nino sejak April 2026, berbagai langkah antisipasi kembali digencarkan.

Sebagai wilayah yang berada di kawasan rawan bencana, Bali dinilai perlu memperkuat kesiapsiagaan sejak tahap pra-bencana. Pendekatan ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku industri pariwisata.

Peran utama dalam koordinasi penanggulangan bencana di Bali dipegang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang dalam implementasinya turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk kerja sama internasional melalui A-PAD Indonesia dengan dukungan Kementerian Luar Negeri Jepang.

Pada 2026, A-PAD Indonesia kembali melanjutkan program penguatan ketangguhan sektor pariwisata dan masyarakat melalui kegiatan diseminasi di Karangasem. Kegiatan ini dibuka oleh I Ketut Sedana Merta.

Dalam sambutannya, Sedana Merta menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama semua pihak,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah penggabungan konsep Desa Wisata dan Desa Tangguh Bencana menjadi Desa Wisata Tangguh Bencana (DEWATA-TANA). Program ini menjadi pilot project nasional yang dikembangkan di Desa Tulamben, Karangasem.

Konsep ini lahir dari pengalaman berbagai bencana yang berdampak besar terhadap sektor pariwisata, seperti pandemi Covid-19 hingga peningkatan aktivitas Gunung Agung pada 2017 yang menyebabkan kerugian besar.

“Dunia pariwisata sangat sensitif terhadap isu bencana. Bahkan sebelum erupsi terjadi, dampaknya sudah terasa signifikan,” jelas Sedana Merta.

Melalui program ini, kapasitas masyarakat desa diperkuat agar lebih siap menghadapi potensi bencana, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.

Sebagai wilayah yang berada di jalur cincin api, Bali bersama NTB dan NTT memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi, letusan gunung api, hingga bencana hidrometeorologi.

Project Leader Anton R. Purnama menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2016 dengan fokus awal pada penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan.

“Seiring waktu, program berkembang dengan melibatkan sektor pariwisata, termasuk penerapan standar kesiapsiagaan bencana bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Program ini juga mencakup penguatan sistem peringatan dini, perlindungan tenaga kerja, serta kesiapsiagaan operasional di sektor pariwisata.

Hingga 2025, kolaborasi lintas sektor semakin menguat, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga sektor swasta. Kesiapsiagaan bencana kini mulai terintegrasi dalam praktik sehari-hari di kawasan destinasi wisata.

Ke depan, pendekatan berbasis kearifan lokal dan kolaborasi multisektor diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan. (*)

Tags: BaliBencanaBPBDDesa WisataEL-NINOKarangasemLingkunganMitigasiPariwisata
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • MS Dideportasi Usai Jalani Hukuman 18 Tahun Penjara
  • Stok Beras Bali 7.657 Ton, BULOG Perketat Pantauan Harga di Pasar
  • Manakala AI Merajalela, Koster: Tak Boleh Gantikan Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?