BALITOPIK.COM, BULELENG – Nama Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengharumkan Indonesia terutama Bali tanah kelahirannya di panggung olahraga internasional. Atlet panjat tebing asal Kabupaten Buleleng, Bali, itu kini resmi menyandang status sebagai peringkat satu dunia nomor speed putri setelah meraih medali emas pada ajang World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia.
Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan Desak sebagai salah satu atlet panjat tebing terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.
Kepastian Desak menduduki puncak ranking dunia diumumkan setelah seri Krakow yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026. Dalam kompetisi tersebut, ia tampil impresif dengan merebut medali emas nomor speed putri.
Tambahan poin dari medali perunggu nomor speed relay putri membuat koleksi poinnya melonjak menjadi 3.670 poin, mengungguli dua atlet tuan rumah Polandia, Aleksandra Miroslaw dan Natalia Kalucka.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier atlet kelahiran Buleleng, 24 Januari 2001 tersebut. Setelah beberapa musim konsisten bersaing di level elite dunia, Desak akhirnya berhasil mencapai posisi tertinggi dalam peringkat Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC).
Namun, perjalanan menuju puncak dunia bukanlah sesuatu yang diraih secara instan.
Desak mulai mencuri perhatian dunia ketika tampil pada seri Piala Dunia Panjat Tebing pada 2021. Setahun kemudian, ia berhasil meraih podium internasional pertamanya. Konsistensi penampilannya terus meningkat hingga menjadi salah satu spesialis nomor speed yang diperhitungkan di dunia.
Puncak awal kariernya terjadi pada Agustus 2023, ketika Desak merebut gelar Juara Dunia Panjat Tebing nomor speed putri pada IFSC Climbing World Championships. Gelar tersebut bukan hanya menghadirkan medali emas dunia bagi Indonesia, tetapi juga mengantarkannya lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Di Olimpiade Paris, Desak kembali menunjukkan kualitasnya dengan menembus babak perempat final dan finis di posisi enam besar dunia. Meski belum berhasil membawa pulang medali, penampilannya membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kuat dalam cabang panjat tebing.
Memasuki musim kompetisi 2026, performa Desak semakin matang. Ia lebih dulu mencetak rekor Asia pada Kejuaraan Asia 2026 sebelum melanjutkan tren positif di berbagai seri internasional. Momentum terbaiknya datang di Krakow, Polandia, saat berhasil mengalahkan para rival utama dan merebut emas yang mengantarkannya ke puncak ranking dunia.
Keberhasilan Desak juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bali. Di tengah dominasi atlet-atlet Eropa dan Tiongkok pada nomor speed, putri asal Desa di Kabupaten Buleleng itu mampu membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi mampu mengantarkan atlet Indonesia menjadi yang terbaik di dunia.
Kini, status sebagai nomor satu dunia menjadi modal penting bagi Desak untuk menghadapi rangkaian seri berikutnya sekaligus menjaga peluang mempertahankan posisinya di puncak klasemen IFSC hingga akhir musim 2026.
Dengan usia yang masih produktif, peluangnya untuk terus menambah gelar internasional dan mengharumkan nama Indonesia masih terbuka lebar. (*)









