• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali: Pengusaha Setuju Upah 2027 Naik, Tapi…

2 bulan ago
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menyerahkan pandangan fraksi kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. -IST

Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan

5 jam ago
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. -BALITOPIK.COM

Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih

8 jam ago
Festival Seni dan Budaya Kabupaten Badung Tahun 2026

Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari

9 jam ago
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). -IST

SBY: Kok Jadi Begini Negara Kita, Segala Cara Dihalalkan Demi Kekuasaan

1 hari ago
ILUSTRASI

Zaman Yesus: Sigit ini seperti Yudas, ketika orang terdekat justru berkhianat

1 hari ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

Edan, Bukannya Lindungi Presiden Malah Disadap, Polri Harus Direformasi

1 hari ago
ILUSTRASI

Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Irjen Jadi Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden

2 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat meninjau langsung lokasi proyek. -IST

Sidak Proyek di Badung Selatan, Adi Arnawa Target Pelebaran Simpang Rampung Desember

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

DPRD Bali: Pengusaha Setuju Upah 2027 Naik, Tapi…

Reporter balitopik.com
15 September 2026 - 8:01 am
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR — Kalangan pengusaha di Bali disebut menyetujui kenaikan upah minimum pada 2027. Namun, kenaikan tersebut diminta tetap terukur agar tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) atau kenaikan harga barang dan jasa.

Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih, mengatakan hal itu setelah pihaknya menyerap aspirasi sejumlah asosiasi dunia usaha terkait rencana penetapan UMP dan upah minimum sektoral pariwisata Bali 2027, Selasa (15/9/2026).

“Secara menyeluruh, hadirin rapat menyetujui terjadinya kenaikan UMP. Namun, harus terukur karena yang namanya UMP itu adalah sifatnya net untuk fresh graduate single,” kata Ajus.

Menurutnya, besaran kenaikan UMP tidak sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah. Penetapan upah mengikuti formula yang ditentukan pemerintah pusat, sementara pemerintah provinsi memiliki ruang untuk menentukan nilai alfa dalam formula tersebut.

“Saat ini alfa 0,8, maksimal 0,9,” ujarnya.

Ajus mengatakan persoalan upah tidak bisa hanya dilihat dari persentase kenaikan. Ia mencontohkan UMP Bali pada 2026 yang naik lebih dari 7 persen, sementara dalam empat tahun terakhir rata-rata kenaikan berada di kisaran 6-7 persen dan inflasi sekitar 2-3 persen.

Secara hitungan, kondisi tersebut semestinya meningkatkan daya beli pekerja. Namun, menurut Ajus, kenyataan di lapangan menunjukkan daya beli justru masih menghadapi tekanan.

“Artinya, ada faktor-faktor lain yang menyebabkan biaya hidup meningkat. Jadi, bukan semata-mata hanya terjadi dari UMP,” katanya.

Karena itu, ia menilai kebijakan upah perlu dibarengi dengan upaya menjaga biaya hidup. Kenaikan upah yang tidak diikuti kemampuan dunia usaha dan pengendalian harga justru dapat menimbulkan persoalan baru.

“Kalau misalnya UMP naik Rp5,2 juta, terus kemampuan pengusaha untuk membiayai itu tidak mampu, terjadi PHK,” kata Ajus.

Sebaliknya, ketika kenaikan upah mendorong perusahaan menaikkan harga untuk menutup biaya operasional, manfaat kenaikan tersebut dinilai bisa berkurang karena biaya hidup ikut meningkat.

“Ketika harga-harga naik, akhirnya kenaikan UMP hanya kenikmatan sesaat,” ujarnya.

Komisi II selanjutnya akan berkoordinasi dengan Komisi IV DPRD Bali untuk mempertemukan pengusaha dan pekerja. Pembahasan bersama tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mencari titik temu sebelum penetapan kebijakan upah 2027.

Rapat Komisi II turut melibatkan APINDO Bali, KADIN Bali, HIPMI Bali, PHRI Bali, GIPI Bali, BTB, ASITA Bali, BVRMA dan PUTRI Bali. (*)

Tags: Ajus LinggihDPRD BaliPariwisata Balipengusaha BaliPHKUMP Bali 2027Upah Bali 2027upah minimum
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Setujui Empat Raperda, DPRD Badung Soroti Air Bersih hingga Kemacetan
  • Krisis Air Bersih, DPRD Badung Ingin Air Laut Diolah Jadi Air Bersih
  • Setelah Dua Tahun Vakum, Badung Kembali Gelar Festival Seni dan Budaya Selama 13 Hari
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist