Bali “SOLD” Kritik Sosial Sang Seniman Made Bayak

Balitopik.com – Baru-baru ini viral sebuah kalimat “Bali Sold Out” meramaikan tayangan media sosial masyarakat dunia maya. Hal itu merujuk pada kondisi Bali saat ini yang hampir habis dikeruk investor.

Katakan saja, seperti reklamasi Teluk Benoa, penguasaan Pulau Serangan oleh PT BTID, tebing-tebing suci di Nusa Dua yang kini masif dikeruk investor, Galian C di Karangasem dan masih banyak lagi.

Terhadap situasi Bali kini, sang seniman Made Bayak pernah melukis. Seniman kontemporer kelahiran Gianyar 27 Juni 1980 itu melukis Pulau Bali dengan dipenuhi kata SOLD atau terjual.

Lukisan lama itu seolah hidup kembali, memiliki roh dan berbicara mewakili leluhur dan tulang-tulang yang terkubur di bawah beton.

Bali Sold – Lukisan Made Bayak tahun 2013

Kepada Bali Topik, Selasa (14/1/2025), Made Bayak menjelaskan perjalanan karya itu. Bahwa lukisan itu dibuat pada tahun 2013 dalam sebuah pertunjukan seni di Ubud. Namun ia sengaja memostingnya kembali di instagram di awal tahun tepat 1 Januari 2025.

“Karya ini dibuat tahun 2013 lalu, saya repost ulang saat tahun baru kemarin di IG saya, ternyata responnya banyak sekali, banyak DM masuk ke saya mereka merasa terwakili dengan karya ini, bagaimana situasi Bali hari ini yang semakin krodit dan masifnya pembangunan yang merampas ruang hijau dan tidak peduli dengan alam dan lingkungan,” ujar Made Bayak.

Pada lukisan yang diposting di instagram @madebayak tepat 1 Januari 2025 itu, dia memberi keterangan sarkastik. Pesan yang menampar para pemangku kebijakan yang dalam kebijakannya lebih pro terhadap kapitalis, tanpa memperhatikan keberlanjutan alam Bali.

“Happy fckin new year folks, enjoy, obey the rules and regulations (Selamat tahun baru kawan, nikmati, patuhi peraturan dan ketentuan, Red),” begitu tulisnya.

Sekilas tentang Made Bayak

Made Bayak adalah seorang seniman kontemporer dari Bali yang lahir pada tanggal 27 Juni 1980 di Gianyar. Dia dikenal karena karyanya yang mengkritik konsumerisme dan pariwisata di Bali yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Made Bayak menggunakan sampah plastik sebagai bahan untuk membuat lukisannya, yang kemudian ia sebut sebagai “Plasticology”.

Karyanya yang paling terkenal adalah seri “Monster Plastik” yang menggambarkan betapa rusaknya lingkungan Bali akibat sampah plastik. Melalui karyanya, Made Bayak ingin menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik. (*)

Related Posts

Perda Bali Nomor 3 Tahun 2026: Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai

Balitopik.com, BALI – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai Untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial, dan Ekonomi Masyarakat Lokal, yang ditandatangani pada hari Selasa…

Read more

Aksi Sosial Membina dan Berbagi TP Posyandu Provinsi Bali Sasar 117 Kader di Kecamatan Abang dan Kubu, Kabupaten Karangasem

Balitopik.com, KARANGASEM – Aksi Sosial Membina dan Berbagi TP Posyandu Provinsi Bali Sasar 117 Kader di Kecamatan Abang dan Kubu, Kabupaten Karangasem melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, namun juga mencakup bidang lainnya,…

Read more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Perda Bali Nomor 3 Tahun 2026: Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai

Perda Bali Nomor 3 Tahun 2026: Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai

Aksi Sosial Membina dan Berbagi TP Posyandu Provinsi Bali Sasar 117 Kader di Kecamatan Abang dan Kubu, Kabupaten Karangasem

Aksi Sosial Membina dan Berbagi TP Posyandu Provinsi Bali Sasar 117 Kader di Kecamatan Abang dan Kubu, Kabupaten Karangasem

Karir Politik Ali Khamenei Sang Pemimpin Iran yang Tewas Dalam Serangan AS-Israel

Karir Politik Ali Khamenei Sang Pemimpin Iran yang Tewas Dalam Serangan AS-Israel

Antisipasi Overstay, Imigrasi Ngurah Rai Minta Turis yang Terdampak Perang Timur Tengah Laporkan Diri

Antisipasi Overstay, Imigrasi Ngurah Rai Minta Turis yang Terdampak Perang Timur Tengah Laporkan Diri

Bupati Adi Arnawa Dorong Kolaborasi Perumda MGS dan Food Station Jakarta

Bupati Adi Arnawa Dorong Kolaborasi Perumda MGS dan Food Station Jakarta

Bulan Bahasa Bali VIII Ditutup

Bulan Bahasa Bali VIII Ditutup
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?