• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Prof Dr. Ida Ayu Giriantari: Penentuan 3,5 KM mengikuti Rekomendasi Otoritas Yang Kompeten, Aneh Kalau Ditolak

8 bulan ago
Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dari BPK RI dalam rapat paripurna ke-39 tahun 2025-2026, Senin (8/6/2026). -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP

6 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -Balitopik.com

Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali

6 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya menerima penghargaan dari BPK RI dalam sidang Paripurna DPRD Bali. -BALITOPIK.COM

Pemprov Bali Kembali Raih WTP, Catat 13 Kali Berturut-turut sejak 2012

6 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Rusia, yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski. -IST

Koster Terima Delegasi Parlemen Rusia, Dorong Promosi Pariwisata Bali-Saint Petersburg

7 jam ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung XLVIII Tahun 2026. -IST

Kelar di Badung, Adi Arnawa Utus 26 Duta Seni ke PKB Provinsi Bali

1 hari ago
Peserta korve yang dipimpin oleh Gubernur Bali dan Bupati Badung di Pantai Samuh, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. -BALITOPIK.COM

Laudato Si’ bumi adalah rumah bersama, pesan Paus Fransiskus bergema di Bali

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Bali Serukan Pertobatan Ekologis

2 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat memimpin korve. -BALITOPIK.COM

Hari Lingkungan Hidup 2026, Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Pantai di Benoa

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Prof Dr. Ida Ayu Giriantari: Penentuan 3,5 KM mengikuti Rekomendasi Otoritas Yang Kompeten, Aneh Kalau Ditolak

Reporter balitopik.com
27 September 2025 - 1:58 pm
Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari saat diskusi Pekan Iklim Bali 2025, beberapa waktu lalu. -Balitopik.com

Balitopik.com, DENPASAR – Guru Besar Universitas Udayana yang juga pakar energi terkemuka, Prof. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari, menyatakan bahwa penentuan lokasi Terminal Khusus (Tersus) LNG sejauh 3,5 kilometer dari garis pantai Bali sudah mengikuti rekomendasi otoritas yang kompeten, yaitu mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada tahun 2023 dan juga saran dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025.

Oleh karena itu, munculnya penolakan baru dari sebagian masyarakat yang dinilainya mengherankan dan patut diwaspadai agar tidak menjadi alat adu domba oleh kepentingan tertentu yang ingin menggagalkan transisi energi Bali.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Giriantari menanggapi dinamika terbaru proyek LNG Bali, dimana meski titik pembangunan telah dipindahkan dari 500 meter menjadi 3,5 km—sesuai usulan pusat untuk mengakomodir aspirasi keamanan—penolakan tetap muncul, khususnya dari warga Serangan.

Prof. Giriantari, yang merupakan profesor di Departemen Teknik Elektro Universitas Udayana dan memimpin Center for Community Based Renewable Energy (CORE) , mengungkapkan keanehan terhadap pola penolakan ini.

“Seharusnya kalau mengikuti rekomendasi tidak ada masalah. Ternyata tidak. Jadi makanya bingung kita, nih,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa titik 3,5 km ini justru merupakan hasil kajian yang dianggap ideal karena jauh dari pemukiman dan tidak mengganggu jalur pelayaran. “Padahal dulu, dari pihak Kemenko Marves memang yang minta 3,5 km itu,” tambahnya .

Menurut analisis Prof. Giriantari, salah satu munculnya persoalan terletak adanya pemahaman yang belum utuh terkait manfaat proyek. Masyarakat seringkali mengharapkan keuntungan yang langsung terasa, sementara manfaat energi bersih seperti LNG bersifat jangka panjang.

“Masyarakat kan pengen lihat untungnya saat ini gitu ya. Mereka berpikir setiap ada investasi, itu hanya keuntungannya untuk investor. Jaminan bahwa masyarakat memperoleh dampak positifnya itu belum ada,” jelasnya.

Dia memaparkan, manfaat energi bersih bagi Bali bersifat jangka panjang dan multidimensional. Mulai dari peningkatan kualitas udara, penguatan brand pariwisata hijau, hingga penghematan anggaran kesehatan.

“Yang jelas, untuk masa depan anak cucu kita. Keuntungan jangka panjangnya luar biasa,” tegasnya.

Ia mencurigai adanya faktor non-teknis yang lebih kompleks dalam proses pembangunan tersus LNG, sehingga mengaburkan arti penting kehadiran LNG.

Guru Besar Universitas Udayana tersebut menyoroti bahwa seringkali masalah muncul bukan dari level masyarakat bawah, melainkan dari dinamika di tingkat elit.

“Itu keras. Itu masalah kita sama sama tahu lah. Ada di segala aspek. Elit-elit di atas itu harus serius,” tegas Prof. Giriantari, mengisyaratkan adanya permainan kepentingan. Seringkali masyarakat di tingkat bawah digunakan saja, sebagai kepanjangan tangan para pemilik kepentingan.

Prof. Giriantari mengingatkan semua pihak, terutama masyarakat dan media, untuk waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah belah. Ia mendorong agar sosialisasi dan harmonisasi proyek yang menjanjikan manfaat kemitraan bagi wilayah sekitar seperti Intaran dan Serangan harus terus diintensifkan.

“Supaya masyarakat sadar, jangan sampai diadu domba, dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang kepentingan pribadinya, kepentingan kelompok mereka,” pesannya .

Sebagai pakar yang baru saja meraih penghargaan bergengsi Solar Award dalam International Solar Summit (ISS) 2025 atas kontribusinya di bidang energi terbarukan , Prof. Giriantari menegaskan bahwa kehadiran LNG merupakan bagian penting dari peta jalan transisi energi Bali menuju Net Zero Emission 2045.

Proyek ini tidak hanya untuk menyediakan energi yang lebih bersih tetapi juga untuk mewujudkan kemandirian energi dan stabilitas pasokan listrik di Pulau Dewata. Dengan demikian, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan transparan dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan agenda strategis ini tidak terganggu oleh kepentingan-kepentingan sempit. (*)

Tags: LNGLNG SidakaryaProf. Dr. Ida Ayu Dwi Giriantari
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Twitter

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • DPRD Bali Terima LHP BPK, Pemprov Kembali Pertahankan WTP
  • Koster Diundang ke London dan Yunani, Presentasikan Konsep Pembangunan Berkelanjutan versi Bali
  • Pemprov Bali Kembali Raih WTP, Catat 13 Kali Berturut-turut sejak 2012
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?