• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). -IST

Elite Sibuk Pemilu 2029, Bencana Terlupakan

17 menit ago
Anggota Komisi III dan Badan Legislasi DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta. -IST

KPK OTT 17 Orang Kasus HGB Bogor, Nyoman Parta: Usut Tuntas

2 menit ago
Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Keuangan RI yang baru, Suahasil Nazara di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). (Foto: YouTube)

Pidato Super Singkat Purbaya saat Sertijab: Mau Mancing

4 jam ago
Suasana sidang komisi II DPRD Bali dengan asosiasi pengusaha. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali Usul Upah Pariwisata PMA Beda dengan PMDN

5 jam ago
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

DPRD Bali: Pengusaha Setuju Upah 2027 Naik, Tapi…

5 jam ago
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Sumarjaya Linggih. -BALITOPIK.COM

Komisi II Serap Aspirasi Pengusaha soal Upah Bali 2027

6 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster. -IST

Koster Respon Catatan DPRD soal APBD Bali 2026

23 jam ago
I Gede Ghumi Asvatham saat membacakan pandangan fraksi. -IST

Belanja Modal Baru 16 Persen, Demokrat-NasDem Wanti-wanti SiLPA

23 jam ago
Gede Harja Astawa

Pinjaman Bali Berulang Enam Kali, Gerindra-PSI Minta Penjelasan

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Elite Sibuk Pemilu 2029, Bencana Terlupakan

Reporter balitopik.com
15 September 2026 - 1:07 pm
Diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). -IST

Diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). -IST

BALITOPIK.COM, YOGYAKARTA — Di tengah ribuan kejadian bencana yang terjadi sepanjang 2026, isu kebencanaan dinilai justru tenggelam di tengah kesibukan elite politik menatap Pemilu 2029.

Sorotan itu muncul dalam diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Data BNPB per 7 September 2026 yang dipaparkan dalam diskusi mencatat 1.730 kejadian bencana sejak awal tahun. Karhutla menjadi kejadian terbanyak dengan 627 kasus, disusul banjir 543 kejadian, cuaca ekstrem 324, tanah longsor 105 dan kekeringan 101 kejadian.

Pengamat Politik UGM, Dr. Arie Sujito, menilai partai politik saat ini terlalu terjebak pada kepentingan elektoral. Agenda kebencanaan, menurut dia, belum menjadi bagian penting dari platform politik partai.

“Partai politik lebih sibuk memoles citra di media sosial dan membangun koalisi untuk 2029. Bencana hanya menjadi komoditas sesaat, tiga hari ramai diberitakan lalu dilupakan,” kata Arie.

Menurut Arie, bencana seharusnya menjadi bagian dari pertimbangan publik dalam menentukan pilihan politik. Partai yang mengabaikan persoalan mitigasi dan pemulihan bencana dinilai berisiko kehilangan fungsi representasinya.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut komunikasi politik. Peneliti Pusat Studi Bencana Alam UIN Sunan Kalijaga, Didik Krisdiyanto, menilai Indonesia sebenarnya memiliki data mengenai wilayah rawan bencana, tetapi persoalan muncul pada pelaksanaan kebijakan mitigasi.

“Kita tahu daerah mana yang rawan banjir, longsor, gempa. Datanya ada. Tapi kebijakan mitigasinya tidak jalan,” ujar Didik.

Ia mendorong partai politik tidak berhenti pada aktivitas pemberian bantuan ketika bencana terjadi. Partai juga dinilai perlu mengawal anggaran kebencanaan, mendorong kebijakan mitigasi dan memastikan kadernya di lembaga eksekutif maupun legislatif bekerja untuk mengurangi risiko bencana.

Diskusi yang dihadiri mahasiswa, akademisi, aktivis masyarakat sipil, relawan bencana dan jurnalis tersebut kemudian menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Di antaranya memasukkan agenda kebencanaan ke dalam platform partai, memperkuat anggaran mitigasi, mendorong kesiapsiagaan masyarakat serta menjadikan penanganan bencana sebagai salah satu indikator kinerja politik.

“Pemilu 2029 memang penting, tetapi persoalan keselamatan dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana tidak bisa menunggu siklus politik,” tandasnya. (*)

Tags: Arie SujitoBencana IndonesiaBNPBMitigasi BencanaPartai PolitikPemilu 2029Politik IndonesiaUGM
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • KPK OTT 17 Orang Kasus HGB Bogor, Nyoman Parta: Usut Tuntas
  • Elite Sibuk Pemilu 2029, Bencana Terlupakan
  • Pidato Super Singkat Purbaya saat Sertijab: Mau Mancing
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?