• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). -IST

Elite Sibuk Pemilu 2029, Bencana Terlupakan

4 minggu ago
Pengurus PMKRI Cabang Denpasar. -BALITOPIK.COM

Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal

14 jam ago
Piagam penghargaan untuk BPD Bali kategori kinerja pembayaran pensiunan. -IST

Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN

15 jam ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

16 jam ago
Direktur YLPK Bali I Putu Armaya

Antrean BBM di Bali Berlarut, YLPK Usulkan Sistem Ganjil-Genap Jika Kondisi Darurat Berlanjut

1 hari ago
Antrean di salah satu pertamina di Singaraja. -BALITOPIK.COM

KMHDI Buleleng Desak Pemerintah Bertindak Tegas Atasi Gangguan Pasokan BBM di Bali

1 hari ago
Dr. Efatha Filomeno Borromeu Duarte, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana

Kisah Jangkar dan Antrean SPBU yang Mengular

2 hari ago
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. -BALITOPIK.COM

Wabup Bagus Alit Sucipta Serahkan Bantuan 439 Rumah dan Bansos untuk 599 Penyandang Disabilitas

2 hari ago
Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

Jamsostek Award 2026, Adi Arnawa Paparkan Perlindungan Pekerja Rentan di Badung

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Elite Sibuk Pemilu 2029, Bencana Terlupakan

Reporter balitopik.com
15 September 2026 - 1:07 pm
Diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). -IST

Diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). -IST

BALITOPIK.COM, YOGYAKARTA — Di tengah ribuan kejadian bencana yang terjadi sepanjang 2026, isu kebencanaan dinilai justru tenggelam di tengah kesibukan elite politik menatap Pemilu 2029.

Sorotan itu muncul dalam diskusi publik bertajuk “Elite Partai Politik dan Bencana: Di Antara Citra, Pemilu 2029, dan Rakyat yang Terluka” di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Data BNPB per 7 September 2026 yang dipaparkan dalam diskusi mencatat 1.730 kejadian bencana sejak awal tahun. Karhutla menjadi kejadian terbanyak dengan 627 kasus, disusul banjir 543 kejadian, cuaca ekstrem 324, tanah longsor 105 dan kekeringan 101 kejadian.

Pengamat Politik UGM, Dr. Arie Sujito, menilai partai politik saat ini terlalu terjebak pada kepentingan elektoral. Agenda kebencanaan, menurut dia, belum menjadi bagian penting dari platform politik partai.

“Partai politik lebih sibuk memoles citra di media sosial dan membangun koalisi untuk 2029. Bencana hanya menjadi komoditas sesaat, tiga hari ramai diberitakan lalu dilupakan,” kata Arie.

Menurut Arie, bencana seharusnya menjadi bagian dari pertimbangan publik dalam menentukan pilihan politik. Partai yang mengabaikan persoalan mitigasi dan pemulihan bencana dinilai berisiko kehilangan fungsi representasinya.

Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut komunikasi politik. Peneliti Pusat Studi Bencana Alam UIN Sunan Kalijaga, Didik Krisdiyanto, menilai Indonesia sebenarnya memiliki data mengenai wilayah rawan bencana, tetapi persoalan muncul pada pelaksanaan kebijakan mitigasi.

“Kita tahu daerah mana yang rawan banjir, longsor, gempa. Datanya ada. Tapi kebijakan mitigasinya tidak jalan,” ujar Didik.

Ia mendorong partai politik tidak berhenti pada aktivitas pemberian bantuan ketika bencana terjadi. Partai juga dinilai perlu mengawal anggaran kebencanaan, mendorong kebijakan mitigasi dan memastikan kadernya di lembaga eksekutif maupun legislatif bekerja untuk mengurangi risiko bencana.

Diskusi yang dihadiri mahasiswa, akademisi, aktivis masyarakat sipil, relawan bencana dan jurnalis tersebut kemudian menghasilkan sejumlah rekomendasi.

Di antaranya memasukkan agenda kebencanaan ke dalam platform partai, memperkuat anggaran mitigasi, mendorong kesiapsiagaan masyarakat serta menjadikan penanganan bencana sebagai salah satu indikator kinerja politik.

“Pemilu 2029 memang penting, tetapi persoalan keselamatan dan pemulihan masyarakat yang terdampak bencana tidak bisa menunggu siklus politik,” tandasnya. (*)

Tags: Arie SujitoBencana IndonesiaBNPBMitigasi BencanaPartai PolitikPemilu 2029Politik IndonesiaUGM
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Masuk Hari Keempat Warga Ngantri Bensin Sampai Pingsan, PMKRI Denpasar Minta Pertamina Segera Lakukan 4 Hal
  • Bank BPD Bali Raih Penghargaan Terbaik II Kinerja Pembayaran Pensiun dari TASPEN
  • Bali WFH 3 Hari Akibat BBM Langka, Sekolah dan Kampus Belajar Daring
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist