• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelola PT BTID -IST/BALITOPIK.COM

For Hati Bali Kritik Soft Opening Sira Village di KEK Kura-Kura Bali

57 menit ago
Konferensi pers Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026. -BALITOPIK.COM

SUVJF 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Ubud, Sthala Sold Out 100 Persen

1 jam ago
Gubernur Koster saat menghadiri persembahyangan dalam rangka Melaspas Purwa Mandala Pura Ulun Danu Batur dan Desa Adat Batur. -IST

Koster: Batur Adalah Sumber Peradaban Tertua Bali, Wajib Dijaga

4 jam ago
Terduga pelaku setelah diamankan pihak kepolisian. -IST

Belanja Pakai Uang Diduga Palsu, Pria Asal Tabanan Diamankan Warga di Pasar Mengwi

23 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima audiensi Prof. Hammam Riza, ilmuwan sekaligus Perekayasa Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama jajaran panitia ICANN87 di Jayasabha, Denpasar, Selasa (28/7/2026). -IST

Gubernur Koster Dukung ICANN87 Digelar di Bali, Siap Luncurkan Domain .Bali dan Perkuat Aksara Bali di Dunia Digital

23 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi instansi terkait saat konferensi pers. -BALITOPIK.COM

Gubernur Koster Ajak Masyarakat Jangan Terprovokasi, Tegaskan Bali Tetap Aman dan Kondusif

23 jam ago
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengunggah momen kebersamaannya dengan pengacara Hotman Paris Hutapea dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir. -IST

PP KMHDI Apresiasi Politik Dialogis Sufmi Dasco, Dorong Penanganan Perkara Febri Transparan

2 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster didampingi instansi terkait saat konferensi pers. -BALITOPIK.COM

Koster Pastikan Bali Tetap Aman, Minta Publik Tak Terpengaruh Informasi Viral di Media Sosial

2 hari ago
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri Puncak Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) “Swakarya Praba” Kabupaten Badung Tahun 2026, yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (28/07/2026). -IST

Bupati Badung dan Istri Ajak Lindungi Anak dari Perundungan, Tegaskan Pendidikan Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

2 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

For Hati Bali Kritik Soft Opening Sira Village di KEK Kura-Kura Bali

Reporter balitopik.com
30 Juli 2026 - 10:24 am
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelola PT BTID -IST/BALITOPIK.COM

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang dikelola PT BTID -IST/BALITOPIK.COM

BALITOPIK.COM, DENPASAR – Rencana soft opening Sira Village–Grand Outlet Bali di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Pulau Serangan, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (31/7/2026) kembali menuai sorotan.

Kali ini, kritik datang dari Forum Pemerhati Pembangunan Bali (For Hati Bali) yang menilai pembukaan pusat perbelanjaan tersebut seharusnya ditunda hingga berbagai persoalan yang menjadi temuan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali diselesaikan.

Penasihat For Hati Bali, dr. Wayan Sayoga, menilai keputusan pengembang tetap melaksanakan pembukaan kawasan di tengah masih adanya polemik terkait tata ruang, aset daerah, dan perizinan menunjukkan sikap yang tidak menghormati aspirasi masyarakat Bali.

“Ini merupakan kepongahan dan kekurangajaran pihak BTID terhadap Bali. Mengapa orang Bali tetap diam? Apa menunggu tsunami menghantam rumahnya sendiri,” ujar Wayan Sayoga, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang telah disampaikan Pansus TRAP DPRD Bali semestinya menjadi perhatian serius sebelum kawasan mulai beroperasi secara komersial.

Ia mempertanyakan langkah pengembang yang tetap melanjutkan agenda soft opening meskipun sejumlah persoalan yang dipersoalkan dalam hasil kerja Pansus TRAP disebut belum memperoleh penyelesaian.

“Temuan Pansus TRAP kan banyak terjadi pelanggaran hukum, kok malah tetap melaju,” katanya.

Sayoga mengaku prihatin terhadap arah pembangunan di Bali yang dinilai semakin menekan ruang hidup masyarakat. Dengan luas wilayah yang terbatas, Bali dinilai seharusnya lebih mengutamakan pelestarian lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem dibanding mengejar pembangunan yang berpotensi menambah beban kawasan.

“Bali yang kecil begini juga digasak dan dihancurkan. Ke mana lagi nanti kita mencari tempat yang tenang dan damai,” ujarnya.

Ia juga mengkritik model pembangunan yang menurutnya lebih mengedepankan kepentingan ekonomi dibandingkan keberlanjutan lingkungan.

“Oligarki dan penguasa setali tiga uang. Sama-sama pemuja uang. Meski uang itu penting, tetapi jangan sampai mabuk lalu berperilaku barbar merusak lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sayoga menilai masyarakat Bali menghadapi tantangan besar dalam mengawal pembangunan proyek-proyek berskala besar. Ia menyebut sebagian masyarakat justru mendukung investasi karena melihat peluang ekonomi yang ditawarkan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak langsung beranggapan bahwa investasi berskala besar selalu berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

“Adalah kesalahan besar bila orang Bali percaya kepada kapitalis oligarkis bahwa mereka akan mengangkat derajat kesejahteraan Bali. Yang ada, Bali akan semakin hancur. Bali tidak membutuhkan mal atau objek pariwisata buatan. Bali membutuhkan reservasi dan penyelamatan lingkungan yang sudah rusak parah,” ungkapnya.

Pernyataan For Hati Bali menambah daftar kritik terhadap rencana operasional Sira Village–Grand Outlet Bali di KEK Kura-Kura Bali. Sebelumnya, Pansus TRAP DPRD Bali bersama sejumlah elemen masyarakat sipil juga meminta agar pembukaan kawasan ditunda sampai seluruh rekomendasi terkait dugaan persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Bali Turtle Island Development (BTID) terkait pernyataan For Hati Bali maupun desakan penundaan soft opening tersebut. (*)

Tags: Bali TopikBTIDDPRD BaliFOR HATI BALIinvestasi baliKEK Kura Kura Balilingkungan BaliPANSUS TRAP DPRD BaliPulau SeranganSira Village Grand Outlet BaliTata Ruang BaliWayan Sayoga
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • For Hati Bali Kritik Soft Opening Sira Village di KEK Kura-Kura Bali
  • SUVJF 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Ubud, Sthala Sold Out 100 Persen
  • Koster: Batur Adalah Sumber Peradaban Tertua Bali, Wajib Dijaga
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?