• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Bung Karno. -IST

Mengenal 3 Puisi Revolusioner Karya Bung Karno

1 tahun ago
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung bersama tim gabungan menertibkan puluhan truk yang parkir liar di sepanjang Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto, kawasan Terminal Mengwi, Rabu (5/8/2026).

Bikin Macet, Puluhan Truk Parkir Liar di Jalur Terminal Mengwi Ditertibkan

8 jam ago
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengungkap kasus peredaran narkotika di Jalan Taman Pancing. -IST

BNN Bali Bongkar Jaringan Narkoba Diduga Dikendalikan dari Kamboja

8 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026. -IST

Koster Ajak Dunia Bangun Energi Hijau Tanpa Korbankan Lingkungan

10 jam ago
Kiri: Gubernur Bali, Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Badung. -IST

Bali Pelajari Obligasi Daerah di Jakarta, Bidik Sumber Dana Baru untuk Infrastruktur

1 hari ago
Penggugat empat media Togar Situmorang (baju putih) disusul tim kuasa hukum empat media yang tergabung SJB keluar ruang sidang usai mediasi tidak menemui titik temu di PN Denpasar, Selasa (4/8?2026). -IST

Gugatan Terhadap Empat Media Lanjut 6 Agustus, Mediasi Gagal Capai Kesepakatan

1 hari ago
Tim penasihat hukum.dari LBH PENA, Charlie Y Usfunan dan Yarianto Telaumbanua. -IST

Dituntut 4 Tahun, LBH PENA Bali Minta Sopir Truk Goa Gong Dibebaskan

2 hari ago
Tim Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali saat merayakan juara. -IST

Disdikpora Bali Juara Mini Soccer Kerthi Bali IV Usai Taklukkan PUPRKIM di Final Dramatis

2 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster. -IST

Hadiri Atma Wedana Massal di Bualu, Koster: Desa Adat Harus Semakin Kuat

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Mengenal 3 Puisi Revolusioner Karya Bung Karno

Reporter balitopik.com
2 Juni 2025 - 1:31 am
Bung Karno. -IST

Bung Karno. -IST

Balitopik.com – PRESIDEN Pertama RI, Ir Soekarno terbilang multi-talenta. Tak sekadar mencetuskan ide-ide besar yang bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia, bahkan dunia. Juga piawai dalam menulis puisi.

Berikut tiga puisi karya Bung Karno dihimpun dari berbagai sumber:

Aku Melihat Indonesia
Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar Lautan Hindia bergelora
membanting di pantai Ngliyep itu
Aku mendengar lagu, sajak Indonesia

Jikalau aku melihat
sawah-sawah yang menguning-menghijau
Aku tidak melihat lagi batang-batang padi yang menguning menghijau
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku melihat gunung-gunung
Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Merbabu
Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kelebet
dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku mendengarkan
Lagu-lagu yang merdu dari Batak
bukan lagi lagu Batak yang kudengarkan
Aku mendengarkan Indonesia

Jikalau aku mendengarkan Pangkur Palaran
bukan lagi Pangkur Palaran yang kudengarkan
Aku mendengar Indonesia
Jikalau aku mendengarkan lagu Olesio dari Maluku
bukan lagi aku mendengarkan lagu Olesio
Aku mendengar Indonesia

Jikalau aku mendengarkan burung Perkutut
menyanyi di pohon ditiup angin yang sepoi-sepoi
bukan lagi aku mendengarkan burung Perkutut
Aku mendengarkan Indonesia

Jikalau aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jikalau aku melihat wajah anak-anak
di desa-desa dengan mata yang bersinar-sinar
“Pak Merdeka; Pak Merdeka; Pak Merdeka!”
Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia.
(Dari buku “Bung Karno dan Pemuda” hlm. 68-107)

Janganlah Menjadi Politikus Salon

Janganlah menjadi politikus salon!
Lebih dari separo
politisi kita adalah politisi salon
Yang mengenal Marhaen
hanya dari sebutan saja.

Apakah orang mengira
dapat menyelesaikan revolusi sekarang ini
Meski tingkatannya tingkatan nasional sekalipun
Tidak dengan rakyat murba

Politikus yang demikian itu
Sama dengan seorang jenderal
yang tak bertentara
Kalau ia memberi komando
dia seperti orang berteriak di padang pasir

Tetapi betapakah orang dapat menarik rakyat jelata
Jika tidak terjun di kalangan mereka
Mendengarkan kehendak-kehendak mereka
Menyadarkan mereka akan diri sendiri
Membuat revolusi ini revolusi mereka?
(Dari buku “Sarinah” hal. 229-230)

Sudah Ber-Ibu Kembali

Sudah lama bunga Indonesia
tiada mengeluarkan harumnya
Semenjak sekar yang terkemudian
sudah menjadi layu

Tetapi sekarang bunga Indonesia
sudah kembang kembali
Kembang ditimpa cahaya bulan persatuan Indonesia

Dalam bulan yang terang-benderang ini
berbaurlah segandi segala bunga-bungaan yang harum
dan menarik hati yang tahu akan harganya bunga
Sebagai hiasan alam yang diturunkan Tuhan Illahi

Kembangnya bunga ini
ialah bangunnya bangsa Indonesia
Menurut langkah yang terkemudian sekali
didahului oleh bangunnya laki-laki Indonesia
beserta pemudanya

Langkah yang terkemudian
tetapi jejak yang pertama sekali
Dalam sejarah Indonesia
dan permulaan zaman baru

Sudah lama Indonesia kehilangan ibu
Sudah lama Indonesia kehilangan puterinya
Tetapi berkat disinari cahaya persatuan Indonesia
bertemulah anak piatu dengan ibu
yang disangka sudah hilang
berjabat tanganlah dengan puteri
yang dikatakan sudah berpulang

Pertemuan anak piatu dengan ibu kandung
ialah saat yang semulia-mulianya
dalam sejarah anak piatu
yang ber-ibu kembali

Saat ini tiada dapat dilupakan
sedih dan suka
pedih dan pilu bercampur-baur
karena kenang-kenangan yang sudah berlalu

Dan oleh karena nasib baru yang akan dimulai
Baru sekarang Persatuan Indonesia ada romantiknya

Apa gunanya gamelan dalam pendopo kalau tidak dibunyikan
terletak saja jadi pemandangan
kaum keluarga turun-temurun

Gamelan Indonesia berbunyi kembali
berbunyi dalam pendopo Indonesia
dan melagukan persatuan Indonesia
pada waktu bulan purnama raya
penuh dengan bau bunga
dan kembang yang harum
Indonesia piatu sudah ber-ibu kembali.
(Dari buku “Di Bawah Bendera Revolusi I” hlm. 107)

 

Tags: Bulan Bung KarnoPuisi Bung KarnoPuisi-puisi Bung Karno
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Bikin Macet, Puluhan Truk Parkir Liar di Jalur Terminal Mengwi Ditertibkan
  • BNN Bali Bongkar Jaringan Narkoba Diduga Dikendalikan dari Kamboja
  • Koster Ajak Dunia Bangun Energi Hijau Tanpa Korbankan Lingkungan
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?