• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Tangkap layar satelit pelampung pembatas laut di Pantai Serangan. -Balitopik.com

[PELANGGARAN] “Pagar Laut” PT BTID di Serangan Menurut UU dan Perda Bendega

2 tahun ago
Gubernur Bali dan jajajaran saat menerima dialog perwakilan mahasiswa dan buruh terkait kenaikan upah 2027. -BALITOPIK.COM

Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan

4 jam ago
Gubernur Bali Wayan Koster saat menemui massa aksi di Lapangan Renon, Denpasar. -BALITOPIK.COM

Temui Buruh Tuntut UMP Bali Rp5,2 Juta, Koster Janji Akan Lakukan yang Terbaik

20 jam ago
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Badung, Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma. -IST

Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57 Persen, 601 Tenaga Kerja Terserap ke Luar Negeri

1 hari ago
Kelian Subak Puluai,Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli Ketut Sirka dan pegiat antikorupsi Gede Angastia saat meninjau lokasi subak. -IST

Petani Ungkap Kejanggalan Proyek Irigasi Rp137 Miliar di Bangli

1 hari ago
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat KMHDI, I Nengah Candra Irawana

KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki

2 hari ago
PP KMHDI

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, PP KMHDI Bentuk Satgas Restorasi

2 hari ago
Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau langsung jalannya psikotes pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Bali, di Ruang Sidang FK Unud kampus Sudirman, Denpasar, Selasa (20/10). -BALITOPIK.COM

Tak sesuai ekspektasi, Koster psikotes seluruh pejabat eselon II Bali, sinyal mutasi?

2 hari ago
Prambanan Shiva Festival (PSF) 2027 diluncurkan dalam rangkaian Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). -IST

Prambanan Shiva Festival 2027 Diluncurkan

3 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

[PELANGGARAN] “Pagar Laut” PT BTID di Serangan Menurut UU dan Perda Bendega

Reporter balitopik.com
2 Februari 2025 - 6:04 am
Tangkap layar satelit pelampung pembatas laut di Pantai Serangan. -Balitopik.com

Tangkap layar satelit pelampung pembatas laut di Pantai Serangan. -Balitopik.com

Balitopik.com – Pelampung pembatas laut di Pantai Serangan yang dipasang oleh PT BTID apabila dikaji menurut Undang-undang.

Undang-undang 23 tahun 2014

Undang-undang ini mengatur tentang otonomi daerah, asas penyelenggaraan, dan desentralisasi pemerintah daerah di Indonesia.

Pasal 27 ayat 2 dan 3 Undang-undang tersebut jelas menyebutkan Kewenangan Daerah provinsi untuk mengelola sumber daya alam di laut dan mengelola sumber daya alam di laut paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan.

Perda Bali Nomor 11 tahun 2014

Turunan dari Undang-undang 23 tahun 2014 pasal 27 tersebut, ada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 11 tahun 2017 tentang Bedega atau disebut Perda Bendega.

Pasal 1 ayat 4 Perda Bendega dijelaskan Krama Bendega adalah orang yang melakukan kegiatan perekonomian, sosial, budaya dan religius di pesisir yang merupakan hak perikanan tradisional yang telah dilakukan secara turun-temurun sesuai dengan budaya dan kearifan lokal Bali.

Kemudian pasal 6 tentang fungsi Bendega. Poin b menyatakan Krama Bendega (termasuk nelayan) ditugaskan untuk melaksanakan dan melestarikan kearifan lokal dalam pembangunan ekonomi, sosial, budaya dan religius di bidang kelautan dan perikanan.

Sementara pada poin d menyebutkan Krama Bendega ditugaskan menjaga, memelihara dan melestarikan wilayah laut (sejauh 12 mil dari pesisir) dan wilayah pesisir untuk pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Tanggapan Anggota DPR RI

Anggota DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta menilai pembatas laut yang dilakukan PT BTID di Pantai Serangan jelas sebuah pelanggaran karena bertentangan dengan Undang-undang 23 tahun 2014 dan Perda Bali Nomor 11 tahun 2014 atau Perda Bendega.

Menurut Parta, dengan alasan apapun tindakan itu melawan hukum sehingga tidak dapat dibenarkan.

Jika tujuannya untuk keamanan, atau ada indikasi aktivitas melawan hukum seharusnya dilaporkan kepada pihak yang berwajib, bukan lautnya yang dibatasi dari nelayan.

“Jadi BTID nggak bisa kelola laut apalagi melarang orang datang ke laut, sama sekali tidak bisa lakukan itu dengan alasan apapun,” tegas Parta saat pertemuan dengan pihak PT BTID di UID Campus Kura Kura Bali (30/1) lalu.

“Tidak bisa dengan alasan pembangunan harus memasang pelampung (pembatas laut di Pantai Serangan) yang mengusahkan orang masuk. Sampai kapan pun laut itu menyatu dengan nelayan dan laut itu wilayah publik, jadi cabut pelampung itu,” ujar Parta lagi.

Klarifikasi PT BTID soal Pelampung Pembatas Laut di Serangan

Presiden Direktur PT BTID, Tantowi Yahya menjelaskan pembatasan tersebut dilakukan agar tidak menjadi lokasi penimbunan BBM, lokasi transaksi narkotika dan aktivitas melawan hukum lainnya.

“Kalau pelampung itu, kalau dari aspek kita investor perusahaan itu kan pengamanan. Karena kita punya pengalaman sebelumnya, bahwa di laguna itu pernah ada penumpukan BBM liar ditaruh di sana karena tersembunyi. Petugas kami kan tidak bisa 24 jam di situ yang dijaga oleh security, di daerah akses masuk tapi di luar-luar itu tidak.”

“Itu kan pengamanan sebenarnya agar supaya tidak ada lagi kasus serupa. Bahkan nanti lebih seram lagi. Misalnya narkoba dan produk-produk lain yang diharamkan oleh peraturan perundangan-undangan kita dan tanggung jawab di kita. Karena ini dipermasalahkan dan dianggap sebagai penghalang iya kami akan bawa ke dalam rapat,” terang Tantowi.

Akan Dibawa ke Rapat Direksi

Tantowi Yahya mengatakan persoalan pelampung pembatas laut akan dibawa ke rapat direksi. Mengingat PT TID bukan pemilik saham tunggal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali tersebut.

“Akan menjadi bahan kami untuk rapat antara saya sebagai perwakilan owner dengan direksi, jadi aspirasi rakyat yang disuarakan ini tidak akan sia-sia, akan kami bahas secara serius yang akan berbuntut pada evaluasi beberapa kebijakan dan mungkin saja perubahan.”

“Hanya saja karena perusahaan ini anggotanya bukan saya sendiri, harus dirapatkan dalam rapat direksi, rapat komisaris dengan direksi saya harus bawa ini ke rapat dulu. Nanti hasilnya akan saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu wakil khusus 4 wakil rakyat dan wakil daerah yang hadir pada pagi hari ini,” tandasnya. (*)

Tags: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura BaliKura-Kura BaliNelayan SeranganNyoman PartaPagar laut SeranganPantai Kura Kura Bali (Surf Surf by The Waves)Pantai SeranganPT Bali Turtle Island Development (BTID)PT BTIDTantowi Yahya
SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • Koster Ungkap Proyeksi Upah 2027: Badung Tembus Rp4 Jutaan
  • Temui Buruh Tuntut UMP Bali Rp5,2 Juta, Koster Janji Akan Lakukan yang Terbaik
  • Pengangguran di Badung Turun Jadi 1,57 Persen, 601 Tenaga Kerja Terserap ke Luar Negeri
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist