• Latest
  • Trending
  • All
  • Pariwisata
  • Uncategorized
  • Nasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Bali
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Travel
  • Hukum
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Kesehatan
  • Edukasi
Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dengan membawa garapan “ELING” dalam Rekasadana (Pergelaran) Revitalisasi Kesenian Klasik di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (6/7/2026). -IST

Revitalisasi Bale Sikap, Jejak Prajurit Munggu Menggema di PKB

3 bulan ago
Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat KMHDI, I Nengah Candra Irawana

KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki

3 jam ago
PP KMHDI

Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, PP KMHDI Bentuk Satgas Restorasi

5 jam ago
Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau langsung jalannya psikotes pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Bali, di Ruang Sidang FK Unud kampus Sudirman, Denpasar, Selasa (20/10). -BALITOPIK.COM

Tak sesuai ekspektasi, Koster psikotes seluruh pejabat eselon II Bali, sinyal mutasi?

10 jam ago
Prambanan Shiva Festival (PSF) 2027 diluncurkan dalam rangkaian Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). -IST

Prambanan Shiva Festival 2027 Diluncurkan

1 hari ago
Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE.,MM.

Pemimpin yang Tak Pernah Tinggalkan Rakyat

1 hari ago
Gubernur Bali Wayan Koster (kiri) bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. -BALITOPIK.COM

Koster Ingatkan Menteri ESDM dan Pertamina soal BBM: Apa yang Terjadi di Bali Akan Langsung Mendunia

1 hari ago
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kanan), Menteri ESDM dan Gubernur Bali. -BALITOPIK.COM

Dirut Pertamina Minta Maaf untuk Masyarakat Bali, Janji Tak Akan Ulangi Lagi

1 hari ago
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia didampingi Gubernur Bali dan Dirut Pertamina. -BALITOPIK.COM

Menteri ESDM Ungkap Alasan BBM Langka di Bali: “Kesalahan Teknis Pertamina”

1 hari ago
  • Home
  • Bali
    • Peristiwa
    • Travel
  • Nasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Hukum
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Opini
  • Teknologi
  • Lifestyle
    • Entertainment
  • World
No Result
View All Result
  • Login
Login Sign Up
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Revitalisasi Bale Sikap, Jejak Prajurit Munggu Menggema di PKB

Reporter balitopik.com
17 Agustus 2026 - 3:19 pm
Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dengan membawa garapan “ELING” dalam Rekasadana (Pergelaran) Revitalisasi Kesenian Klasik di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (6/7/2026). -IST

Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dengan membawa garapan “ELING” dalam Rekasadana (Pergelaran) Revitalisasi Kesenian Klasik di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (6/7/2026). -IST

BALITOPIK.COM, BADUNG — Jejak perjuangan para prajurit Desa Adat Munggu kembali dihidupkan melalui panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Komunitas Seni Grahasta Bawera, Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dengan membawa garapan “ELING” dalam Rekasadana (Pergelaran) Revitalisasi Kesenian Klasik di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (6/7/2026).

Pertunjukan tersebut tidak sekadar menghadirkan tabuh dan tari klasik Bali. Di balik garapan berdurasi sekitar 90 menit itu, tersimpan upaya untuk menghidupkan kembali ingatan terhadap kisah para prajurit Desa Adat Munggu yang menjadi bagian dari sejarah dan identitas masyarakat setempat.

Sebanyak 22 penabuh, delapan penari Baris, empat penari Topeng dan dua penembang atau gerong terlibat dalam pementasan yang dipersiapkan selama kurang lebih tiga bulan.

Penata tabuh sekaligus Ketua Komunitas Seni Grahasta Bawera, I Kadek Sugiarta, S.Sn., M.Sn., mengatakan kesempatan tampil dalam PKB menjadi dorongan bagi komunitas untuk terus merawat kesenian klasik Bali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan dan Listibiya Kabupaten Badung yang telah memberikan kepercayaan kepada Komunitas Seni Grahasta Bawera untuk tampil di Pesta Kesenian Bali. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan kesenian klasik Bali,” ujarnya.

Sugiarta yang juga Sekretaris Listibiya Kabupaten Badung menjelaskan, garapan ELING mengangkat revitalisasi kesenian klasik Bale Sikap.

Dalam pemaknaannya, kata “Bale” berarti prajurit, sedangkan “Sikap” dimaknai sebagai gugur atau pengorbanan. Karya tersebut lahir dari penelusuran sejarah Desa Adat Munggu mengenai para prajurit yang mengabdikan hidupnya untuk menjaga desa, adat dan masyarakat.

Kisah tersebut kemudian diolah menjadi sebuah pertunjukan yang mempertemukan unsur sejarah, seni dan nilai filosofis.

“Ini merupakan kearifan lokal Desa Adat Munggu. Kami ingin mengingat kembali perjuangan para prajurit desa yang telah mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Jejak sejarah itu masih dapat ditemukan melalui peninggalan Tameng Kolem yang ada di Pura Dalem Kahyangan Wisesa,” jelasnya.

Nama ELING sendiri memiliki makna “ingat”. Pesan tersebut menjadi inti garapan, yakni mengajak masyarakat untuk tidak melupakan dedikasi, pengabdian dan pengorbanan para leluhur.

Di atas panggung, pesan itu diterjemahkan melalui perpaduan tabuh klasik, gerak tari, vokal dan simbol-simbol ritual. Seluruh unsur pertunjukan dirangkai menjadi sebuah perjalanan perenungan mengenai hubungan manusia dengan leluhur serta pentingnya menjaga keseimbangan lahir dan batin melalui konsep Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha.

Restu leluhur ditempatkan sebagai salah satu fondasi moral dalam garapan. Pengabdian yang dilakukan generasi sekarang dinilai perlu tetap berpijak pada nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.

Pesan tersebut kemudian ditarik ke konteks kehidupan masa kini. Perubahan zaman tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan hubungan dengan sejarah, budaya dan tanah kelahirannya.

Bagi Komunitas Seni Grahasta Bawera, mengingat perjuangan para leluhur bukan berarti terjebak dalam romantisme masa lalu. Sebaliknya, sejarah lokal dapat menjadi pijakan untuk mempertahankan identitas masyarakat di tengah arus modernisasi.

Pergelaran ELING juga menjadi bagian dari upaya revitalisasi kesenian klasik yang dilakukan melalui panggung PKB. Dukungan Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan bersama Listibiya Kabupaten Badung memberikan ruang bagi kesenian tradisi untuk kembali diperkenalkan kepada masyarakat.

Revitalisasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan menghidupkan kembali bentuk kesenian yang mulai jarang ditampilkan. Lebih jauh, proses tersebut juga menjadi upaya menjaga cerita, nilai, filosofi dan ingatan kolektif yang melekat di dalamnya.

Melalui PKB XLVIII 2026, kisah para prajurit Munggu kembali mendapatkan ruang untuk disampaikan kepada generasi hari ini.

ELING akhirnya menjadi sebuah pengingat: bahwa selama sejarah masih diingat, dipelajari dan dirawat, jejak pengabdian para leluhur tidak akan hilang ditelan zaman. (*)

SendShareShareSend

Media Social

Facebook Instagram TikTok YouTube Chat WhatsApp

TOPIK MEDIA GROUP

  • Blog
  • Box Redaksi
  • Elementor #10692
  • Home
  • kebijakan privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat dan ketentuan

Recent Posts

  • KMHDI ingatkan lahan bekas karhutla jangan jadi perkebunan sawit oligarki
  • Karhutla Tak Cukup Dipadamkan, PP KMHDI Bentuk Satgas Restorasi
  • Tak sesuai ekspektasi, Koster psikotes seluruh pejabat eselon II Bali, sinyal mutasi?
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum
  • Bali
  • Opini
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Internasional

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist