BALITOPIK.COM, DENPASAR – Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) Bali bersiap menggelar Rapat Tertinggi Anggota (RTA) Tahun 2026 pada Minggu, 12 Juli 2026. Forum tertinggi organisasi ini akan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kepengurusan tiga tahun terakhir sekaligus memilih Ketua Umum Flobamora Bali periode 2026–2029.
RTA akan berlangsung di Aula Keuskupan Denpasar, Jalan Tukad Balian Nomor 100, Sidakarya, Denpasar. Selain menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Badan Pengurus Masa Bakti 2023–2026, forum juga akan menentukan arah kebijakan organisasi serta membentuk tim formatur yang akan menyusun kepengurusan baru.
Ketua Umum Flobamora Bali, Herman Umbu Billy, menegaskan RTA bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi ruang konsolidasi organisasi untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang berdomisili di Bali.
Menurutnya, seluruh keputusan dalam forum akan ditempuh melalui mekanisme musyawarah demi menjaga semangat kekeluargaan yang selama ini menjadi fondasi organisasi.
“RTA adalah forum tertinggi organisasi. Semangat yang dibangun adalah musyawarah, persaudaraan, dan keberlanjutan organisasi demi kepentingan bersama seluruh keluarga besar Flobamora di Bali,” ujarnya.
Menjelang pelaksanaan RTA, jajaran Badan Pengurus Inti telah menggelar rapat koordinasi dan konsultasi bersama Dewan Pembina yang terdiri atas Yusdi Diaz, Fredrik Billy, dan Ardi Ganggas.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai program kerja, menyamakan persepsi, serta memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Sekretaris Umum Flobamora Bali, Valerian Libert Wangge, mengatakan seluruh proses persiapan telah memasuki tahap akhir. Undangan kepada peserta telah didistribusikan dan seluruh perangkat persidangan disiapkan agar forum berlangsung tertib, demokratis, dan menghasilkan keputusan yang terbaik bagi organisasi.
Selain penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, peserta juga akan membahas berbagai kebijakan strategis organisasi, memilih Ketua Umum periode 2026–2029, hingga membentuk tim formatur sebagai penyusun kepengurusan baru.
Sementara itu, Ketua Panitia Simon Petrus Woge bersama Sekretaris Panitia Mikhael Michy Ninu menjelaskan RTA tahun ini akan diikuti 20 Unit Keluarga yang memiliki hak suara. Forum juga akan dihadiri Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Badan Pengurus, Organ Aktif, serta para Koordinator Wilayah Flobamora Bali.
Panitia optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar mengingat persiapan teknis telah rampung.
RTA 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta menjaga semangat persaudaraan masyarakat Nusa Tenggara Timur di Bali di tengah dinamika perkembangan organisasi ke depan.
Sebagai organisasi paguyuban masyarakat NTT di Pulau Dewata, Flobamora Bali selama ini menjadi wadah yang menghimpun berbagai komunitas daerah asal, sekaligus berperan dalam kegiatan sosial, budaya, pendidikan, dan kemasyarakatan.
Melalui RTA 2026, organisasi diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang adaptif serta mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar Flobamora Bali. (VW).









